Korea Trip: First Snowfall di Nami Island dan Petite France

“Nak, kamu nanti ke Nami Island nggak? Katanya bagus lho,” begitulah pesan ibuku sebelum aku berangkat ke Seoul.

Nami Island ngehits banget kayaknya bagi turis mancanegara terutama Indonesia yang liburan ke Korea. Aku sudah lama mendengar tentang Nami Island, tapi baru mengunjunginya akhir tahun 2017 ini.

Populer karena jadi lokasi syuting drama Korea legendaris Winter Sonata, Nami Island berlokasi tidak terlalu jauh dari Seoul. Dari Seoul ke Nami Island membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam jika menggunakan subway dan bus.

Tidak rugi menghabiskan waktu 2,5 jam kesini karena Nami Island berdekatan dengan tourist sites lain yang bisa sekalian dikunjungi. Salah satunya adalah Petite France.

Kalau suka nonton variety show atau drama Korea, pasti ‘ngeh’ dengan tempat ini. Bangunan warna-warni bergaya Perancis layaknya setting cerita dongeng.

Colorful Petite France!

HOW TO GET THERE

Subway terdekat ke Nami Island dan Petite France adalah Gapyeong Station. Karena aku menginap di dekat Ewha Woman’s University, rute-nya adalah sebagai berikut:

Continue reading “Korea Trip: First Snowfall di Nami Island dan Petite France”

Korea Trip: Sewa Hanbok, Gyeongbokgung Palace dan Hanok Village

Belum lengkap ke Korea kalo nggak sewa hanbok dan bergaya ala-ala di drama sageuk!

Aku sendiri bukan pecinta sageuk (historical period drama). Nggak suka nonton-nya entah kenapa. Kecuali yang sageuk-nya cuma seiprit dan kembali ke masa kini kayak Goblin, itu aku masih suka.

Biarpun nggak suka sageuk, pastilah ke Korea harus cobain foto pakai hanbok. Sama aja kayak ke Jepang harus cobain kimono, atau pakai baju tradisional Belanda kalau ke Amsterdam. Turis banget sih, tapi ya nggak apa-apa lah! Kan emang turis? Hehe.

Di Seoul, area favorit untuk berjalan-jalan dengan mengenakan hanbok adalah daerah sekitar Gyeongbokgung Palace dan Hanok Village.

Hanbok experience in Gyeongbokgung Palace

Continue reading “Korea Trip: Sewa Hanbok, Gyeongbokgung Palace dan Hanok Village”

Rumah JAE – A Cozy BnB in Bandung Utara

I used to live in Bandung for 4 years cause I went to a university there. I remember it was hard for me to move back to Jakarta because I like Bandung very much! The weather, the food, the people, etc.

Year 2017, I got pretty much worked up with my job in capital city so I didn’t get to visit Bandung at all! I miss Bandung very much, so I decided to make my very first trip in 2018 there.

After browsing for some accomodation in Bandung, I got hooked with this rather new BnB named Rumah JAE located in Dago Giri. Location-wise, a bit secluded to be honest. But that’s just what I was looking for! Quiet place with serene view of greeneries. Other than the BnB, they also have Warong JAE that is very popular these days.

Rumah JAE

Continue reading “Rumah JAE – A Cozy BnB in Bandung Utara”

TUTORIAL: How I Edit My Colorful Instagram Photos

Top 3 Direct Message paling sering muncul di inbox di Instagram-ku:

1.    Edit fotonya pake apa kak? Kamera apa? Tutorial dong

2.   Kak ini dimana? (biasanya kalo aku abis posting tempat lucu)

3.   Follback ya kaaaak… #eaaa

Well, post kali ini akan didedikasikan untuk menjawab pertanyaan pertama!

If you guys haven’t known yet, my Instagram feed is pretty much always bright and colorful.

Untuk maintain feed Instagram yang colorful jujur aja nggak mudah. Butuh planning dan effort yang nggak sedikit.

Continue reading “TUTORIAL: How I Edit My Colorful Instagram Photos”

Beijing Trip Part 3: Panda & Forbidden City (+ Itinerary & Budget)

Sampai di hari terakhir untuk full day explore Beijing. Awalnya nggak ada di itinerary, tapi entah kenapa mendadak ngidam lihat panda mumpung lagi di China! Tapi dimana bisa lihat panda di kota metropolitan seperti Beijing?

Panda, my animal spirit!

Destinasi paling populer untuk ketemu panda adalah di provinsi Chengdu. Disana terletak panda breeding research base. Beijing adalah kota besar metropolitan (ibaratnya Jakarta deh!). Jadi jangan harap bisa bertemu panda di alam liar. Tapi jangan sedih kalau kamu di Beijing tapi pengen lihat si ikon China di negeri asalnya. Beijing Zoo punya Giant Panda Hall!

 DAY 6

BEIJING ZOO – GIANT PANDA HALL

Beijing Zoo berlokasi di tengah kota Beijing dan mudah dicapai dengan subway. Naik subway line 4 dan turun di Beijing Zoo Station.

Beijing Zoo punya bermacam hewan di dalamnya. Karena waktu mepet aku hanya ke Giant Panda Hall saja. Harga tiket Combo Beijing Zoo + Panda Hall adalah CNY 19 (Apr – Oct) CNY 14 (Nov – Mar).

Continue reading “Beijing Trip Part 3: Panda & Forbidden City (+ Itinerary & Budget)”

Beijing Trip Part 2: Menuju The Great Wall – Mutianyu (+ Itinerary & Budget)

Panjangnya yang mencapai 20.000 km terhampar di daratan China, The Great Wall punya banyak titik untuk dikunjungi. Jika memulai perjalanan dari Beijing, titik yang terpopuler adalah Badaling section dan Mutianyu section.

Badaling paling dekat lokasinya dari Beijing, namun paling touristy. Kebanyakan pengunjungnya adalah turis lokal China. Siap-siap dengan keramaian terutama jika pergi di musim panas. Tour guide saya ke Mutianyu sempat menunjukkan foto Badaling di musim liburan dan sungguh “mengerikan” ramainya.

The Great Wall Badaling di musim ramai. MENURUT NGANA?

Mutianyu section adalah pilihan terbaik untuk ke The Great Wall jika tidak mau pergi terlalu jauh dari Beijing, less crowded, dengan pemandangan landscape gunung. Akhirnya pilihanku pun jatuh ke Mutianyu supaya foto-foto disana tidak bocor turis lain! Hehehe.

Hello from The Great Wall – Mutianyu!

DAY 3

THE GREAT WALL – MUTIANYU SECTION

Dari Beijing ke Mutianyu bisa menggunakan transportasi umum yaitu:

Bus 916 atau 916 Express dari Dongzhimen Bus Station -> Huairou (17 km dari Mutianyu) lanjut taksi sekitar CNY 50-60 ke Mutianyu

Setelah menghitung-hitung, ongkos ke Mutianyu cukup mahal untuk solo traveler tanpa teman patungan karena harus naik taksi PP. Belum lagi, harus berangkat pagi-pagi buta supaya dapat pemandangan bagus dan pulangnya tidak kesorean! Males banget kan pagi-pagi buta harus ke stasiun dengan suhu minus derajat Celcius?

Continue reading “Beijing Trip Part 2: Menuju The Great Wall – Mutianyu (+ Itinerary & Budget)”

Beijing Trip Part 1: Temple of Heaven & Central Perk (+ Itinerary & Budget)

Rasa penasaran akan negeri China akhirnya terpuaskan di bulan November 2017. Setelah berbagai pertimbangan destinasi kota, pilihan pun jatuh ke Beijing, sang ibukota. Agak bikin deg-degan karena ini merupakan solo trip pertamaku yang benar-benar solo tanpa ada teman jalan sama sekali!

Selalu senang dengan negara Asia Timur. Kalau menilik trip sebelumnya ke Jepang, Korea, Hongkong, dan Macau, I have fond memories about all of them. Negara yang paling besar (dan katanya paling challenging) China, malah belum. Ribetnya trip ke China selain kendala bahasa adalah nyari teman jalannya susah! Kayaknya orang Indonesia lebih senang ke Jepang dan Korea, atau Hongkong (karena free visa). Setiap ngajakin teman, “Mau ke China gak? Pengen lihat Great Wall nih!”. Pasti jawabannya, “Males ah, mending Jepang atau Korea kali.” Pffftt.

Padahal bagiku China itu menarik banget untuk jadi destinasi! Terutama karena Great Wall masuk di bucket list-ku dari kecil. Siapa sih yang nggak tahu Great Wall? Another reason, is simply because I’ve never been to China.

Temple of Heaven, Beijing

Karena tahu susah cari teman jalan dari Indonesia, dari jauh hari aku sudah tahu ini bakal jadi solo trip. Jadi aku pun prepare banget untuk trip kali ini, mulai dari visa (post tentang membuat visa China bisa dilihat disini), budget, itinerary, dan lain-lain. Let’s start the trip story!

Continue reading “Beijing Trip Part 1: Temple of Heaven & Central Perk (+ Itinerary & Budget)”

Mudahnya Mengurus Visa China: Syarat dan Biaya

Dengar-dengar dari banyak orang, visa China termasuk visa yang mudah persyaratannya. Tingkat approval-nya pun tinggi, jarang yang ditolak asal dokumen lengkap.

Inilah mengapa aku berani untuk trip ‘mendadak’ ke Beijing pertengahan November 2017. Setelah impulsif beli tiket, aku langsung mempersiapkan persyaratan untuk mengurus visa China.

Berikut dokumen yang perlu disiapkan:

Continue reading “Mudahnya Mengurus Visa China: Syarat dan Biaya”

One Day Trip from Bali to Nusa Penida

Lured by the beautiful pictures I’ve seen in social medias (again!), I finally made a day trip from Bali mainland to Nusa Penida.

Most people spend their holidays on the mainland of Bali, and yes, I will suggest you to do that if it is your first time visiting Bali.

Other than the mainland, on the eastern side of Bali you will find The Nusa Island trios: Nusa Penida, Nusa Lembongan, and Nusa Ceningan. Very much less crowded than the mainland, but I tell you, has one of the most beautiful pristine beaches I’ve ever seen. Pictures can’t do justice, but here’s to give you an idea:

If you have plan to Bali, please put Nusa Penida on your list. The island is a little secluded though (perfect for honeymoon or for couple trip, to be honest!). If quiet time is not your cup of tea, no worries cause you still can do a day trip from mainland Bali to here!

BOAT RIDE FROM MAINLAND TO NUSA PENIDA

To get to Nusa Penida, you have to take a boat.

Most people take the fast boat from Sanur port (30 minutes car ride from Kuta). If you use Google Maps to search Sanur port like I did, it will be a little confusing since it will show you two ports (both in Sanur area). My suggestion is to just search ‘Warung Mak Beng’ (it’s a name of famous restaurant in Sanur), cause the fast boat shops will be just few meters from there.

The price for return boat trip from Sanur to Nusa Penida is Rp 150.000,- (locals). It is available from 07.00 – 15.00. There will be a lot of boat shops along the Sanur port, just go to one of them and find the departure time that suits you. I went with boat from Dwi Manunggal. The journey from Sanur to Nusa Penida took around 45 minutes.

Continue reading “One Day Trip from Bali to Nusa Penida”

Visa Korea Selatan untuk Freelancer

Akhir tahun 2017, aku berencana untuk ke Seoul, Korea Selatan. Halangannya cuma satu: visa. Dan aku adalah makhluk yang paling males ngurus visa.

Aku sudah pernah ke Korea Selatan tahun 2011 lalu, tapi saat itu masih berstatus mahasiswa. Pergi bareng keluarga pula, jadi nggak merasakan repot ngurus-ngurusnya. Cuma perlu ke tata usaha kampus untuk minta surat keterangan mahasiswa, sisanya diurus orangtua.

Gyeongbokgung Palace, circa 2011. Maafkan filter yang agak alay. Nggak nemu file mentahnya lagi 🙁

Sekarang? Berhubung sudah umur produktif dan bekerja, harus apply sendiri. Ribetnya lagi, aku sudah resign dari perusahaan tahun lalu dan sekarang sedang merintis as a self-employed. Nggak ada ceritanya deh tuh punya slip gaji, atau lembar SPT, padahal itu salah satu syarat visa Korea Selatan.

Berbekal membaca blog orang (kayaknya hampir semua blog tentang visa Korea Selatan yang muncul di Google aku bacain deh), akhir September 2017 aku memberanikan diri apply untuk visa Korea Selatan. Beruntung banyak blogger Indonesia yang membahas persyaratan visa Korea Selatan ini, jadi referensinya banyak. Tapi disini aku akan lebih menekankan bagaimana untuk apply visa Korea Selatan as a self-employed. Menurutku akan berguna karena di jaman teknologi yang semaju sekarang makin banyak orang yang terjun bekerja sebagai self-employed, freelancer, atau online seller.

Disini aku apply Visa Kunjungan Wisata dan Wisata Keluarga (C-3-9). Syarat-syarat pengajuan untuk jenis visa lain bisa dilihat di website Kedutaan Besar Korea untuk Indonesia disini. Berikut dokumen-dokumen yang kumasukkan untuk pengajuan visa wisata Korea Selatan: Continue reading “Visa Korea Selatan untuk Freelancer”