Thailand Trip: The Local Taste of Ayutthaya (1-Day Trip from Bangkok & Itinerary)

There are two things I always do when visiting Thailand: eat local food and temple-hopping! As Indonesian, I find Thai food matches my taste as it is quite similar to my home country cuisine. Also, do I need to explain to you that temples in Thailand are incredibly stunning? If you are into both of those things, then Ayutthaya is a city you can not miss.

Ayutthaya is a city in Thailand, located only 80 KMs north of the capital city Bangkok. It was the second capital city of Siamese Kingdom from 14th to 18th century (the first capital city is Sukhothai). Ayutthaya was full of beautiful palaces, temples, and monasteries.

Unfortunately in 1767, the Burmese (Myanmar) army attacked the city and burned Ayutthaya all to the ground. The city was abandoned then and never rebuilt. The Siamese Kingdom moved to a new place you know now as Bangkok.

Ayutthaya, you’re a beauty!

If you see any beautiful ruins with chedi-shaped made of red bricks on the internet, there is a big chance of it could be Ayutthaya. I love that it was very different than any other places I visited in Thailand before. The historical story is beyond. You couldn’t help but wonder how majestic the city was in its prime time when you explore the area.

Ruins of Ayutthaya

Ayutthaya is very reachable from Bangkok, it will take you probably just an hour or two depending on the traffic. You can either take private or public transportation to go to here. If you have limited time in your trip, you can do a day-trip to from Bangkok to Ayutthaya, just like I did with TakeMeTour!

Continue reading “Thailand Trip: The Local Taste of Ayutthaya (1-Day Trip from Bangkok & Itinerary)”

SG-KL Trip Part 3: Keliling KL dan Putrajaya (+ Itinerary & Budget)

Baru dari KL tahun lalu, jadi nggak terlalu ngoyo untuk jalan-jalan. Menurutku pribadi, KL itu kayak Jakarta. Menarik sih, tapi ya lebih ke wisata perkotaan aja. Destinasi utama di dan sekitar KL seperti Petronas Twin Tower, Batu Caves, bahkan Melaka, sudah pernah didatangi. Kemana lagi ya yang seru? Pilihanku pun jatuh pada Putrajaya! Dan kulineran di KL tentunya.

Temple-hopping around KL is not disappointing

DAY 4

BUNK & BILIK HOSTEL IPOH

Waktu browsing penginapan sebelum berangkat, aku happy banget ketemu Bunk & Bilik ini. Newly renovated, beautiful interior, and very affordable!

Jenis kamarnya ada banyak. Baik private maupun hostel bunkbed. Aku ambil yang private, karena yang private aja udah murah! Harga kamar Superior Queen Window per malamnya kurang lebih MYR 60 (sekitar Rp 215.000,-).  Fasilitas kamarnya ada kamar mandi pribadi, TV, mini fridge, electric kettle with coffee and tea, hair dryer, serta free sandwich for breakfast. Kalau ditotal, harga menginap disini 3 malam lebih murah dari harga menginapku semalam di SG. Bhaiq. Karena semurah ini dan masih baru, aku nggak terlalu bisa ngeluh soal jauhnya.

Common area untuk ruang bunkbed

Continue reading “SG-KL Trip Part 3: Keliling KL dan Putrajaya (+ Itinerary & Budget)”

SG-KL Trip Part 2: Gardens By The Bay, Naik Bus ke KL (+ Itinerary & Budget)

Dari Singapore, di hari ke-3 ini aku menuju ke Kuala Lumpur via jalur darat yaitu naik bus! Kayak apa sih naik bus antar negara SG-KL? Sebelum berangkat ke KL malam harinya, siang hari itu kami masih sempat eksplor Gardens By The Bay.

Supertree Grove in Gardens By The Bay at night

Sesuai janji di post pertama, review singkat mengenai penginapan kami di SG yaitu The Great Madras!

DAY 3

THE GREAT MADRAS

One thing about this hotel is: I am totally in love with the decor. It is Wes Anderson’s movie set comes to life!

Lokasinya di Little India, salah satu area favoritku di Singapore. Dekat sekali dari stasiun MRT Rochor, sekitar 10 menit berjalan kaki saja.

Facade of The Great Madras hotel
Restaurant area, open for public

Continue reading “SG-KL Trip Part 2: Gardens By The Bay, Naik Bus ke KL (+ Itinerary & Budget)”

SG-KL Trip Part 1: 3 Hari Backpacker di Singapore (+ Itinerary & Budget)

Sudah lama banget nggak ke Singapore! Terakhir aku ke Singapore di tahun 2014. Singapura itu terkenal mahal, jadi agak males kesana walau tiket pesawatnya sering promo. Karena penasaran seperti apa Singapura saat ini, akhirnya Juni 2018 lalu aku kembali kesana. Mungkinkah backpacker-an murah di Singapore?

Tahukah kamu kalau Singapore merupakan salah satu negara dengan biaya hidup termahal di dunia? Makanya heran juga kenapa orang Indonesia hobi ke Singapore. Dan kebanyakan dari mereka ke Singapore untuk belanja pula! Ternyata orang negara kita kaya-kaya ya? Hahaha.

Kuakui, Singapore memang nyaman dikunjungi. Kotanya sangat rapi dan infrastruktur-nya sangat menunjang untuk traveler. Setiap ke Singapore, rasanya terpukau kita punya negara tetangga yang semaju ini. Yang kusuka juga dari Singapore adalah keberagaman etnis-nya. It’s a melting pot for various ethnicity, from Melayu, to Chinese, to Indian, etc. Membuat Singapore unik walaupun luas negara-nya terhitung kecil.

Karena itu aku pun penasaran mencoba backpacker-an ke Singapore, plus menyeberang jalur darat ke Malaysia!

Bright and colorful Singapore!

DAY 1

FROM SOETTA TO CHANGI

Untuk ke Singapore, kami menggunakan maskapai AirAsia. Ini pertama kalinya kami naik AirAsia setelah semua penerbangan internasional dari Jakarta-nya dipindah ke Terminal 3 Ultimate Soetta. Kami beli tiket lumayan dadakan, harga tiket per orangnya sekitar Rp 600.000,- one way. Hitungannya nggak mahal dan nggak murah juga untuk one way Jakarta – Singapura. Yang pasti jamnya enak karena flight jam 7 pagi, memungkinkan kami punya cukup waktu untuk langsung eksplor Singapore di hari pertama.

Continue reading “SG-KL Trip Part 1: 3 Hari Backpacker di Singapore (+ Itinerary & Budget)”

Internetan di China dan Korea dengan Telkomsel Roaming (Bebas Blokir!)

Istilah Great Firewall of China itu benar adanya. Kebanyakan website yang bisa kita gunakan di Indonesia tidak bisa dibuka di China alias di-blok. Say goodbye to Google. Padahal bagiku Google Maps adalah tumpuan hidup kalau liburan dan Gmail juga tidak kalah penting karena isinya email kerjaan.

Karena blogpost Mudahnya Mengurus Visa China sedang ‘naik daun’ dan sering jadi top post di blog ini, kusimpulkan bahwa makin banyak yang planning untuk liburan ke China. Satu hal yang buatku deg-degan sebelum berangkat kesana jelas koneksi internet! Ngeri banget kan kalo udah sampe sana dan nggak bisa buka aplikasi seperti Google Maps dan lain-lain? Belum lagi aku solo travelling disana.

THE GREAT FIREWALL OF CHINA

FYI, pemerintah China memblokir penggunaan hampir semua aplikasi Google-based dan aplikasi lainnya. Sebut saja Google Chrome, Google Maps, Instagram, Twitter, Whatsapp, LINE, YouTube, dan lain-lain. This is what I called The Great Firewall of China. Sebagai gantinya, pemerintah China mempunyai aplikasi pengganti serupa untuk rakyatnya, sebut saja WeChat, QQ, UC Browser, dan lain-lain. Semuanya dalam karakter Cina, jadi tentu aku nggak bisa pakai karena nggak mengerti.

The Great Firewall of China (Credit image from http://www.china-briefing.com/)

Kebanyakan orang akan menjawab VPN sebagai jawaban dari Great Firewall of China ini. Kebetulan aku punya teman yang sedang kuliah di China, dan aku banyak sekali dibantu saran untuk koneksi internet disana (Thank you, Dimas!). Kami berkomunikasi via Instagram DM. Ya, dia menggunakan VPN untuk bisa menggunakan Instagram di China. VPN yang dipakai adalah yang berbayar per tahun, karena menurutnya yang gratisan banyak yang kurang bagus koneksinya dan tidak selalu bisa mengatasi blokir.

Setelah browsing, The Great Firewall of China ini canggih juga ternyata! Beberapa VPN belum tentu bisa ‘mengelabui’ semua Internet Service Provider (ISP). Jadi bisa saja VPN A lancar digunakan di wi-fi kafe yang ku datangi, tapi begitu sampai hostel tidak bisa dipakai karena ISP-nya berbeda.  Contoh kasus: Aku bisa internetan dengan VPN merk X di McD karena McD pakai ISP A (VPN mampu ‘mengelabui’ ISP A) . Tapi begitu di hostel, VPN nggak bisa dipakai karena hostelnya pakai ISP B (VPN tidak mampu ‘mengelabui’ ISP B). Ngerti kan?

Untungnya, dari temanku juga aku disarankan untuk coba menggunakan Telkomsel roaming untuk di China. Kebetulan dia baru dikunjungi temannya dari Indonesia. Temannya pakai Telkomsel roaming selama disana dan lancar jaya internetan tanpa butuh VPN. Wow, sounds good. Meskipun sehari-hari aku bukan pengguna Telkomsel, aku pun akhirnya membeli paket roaming Telkomsel. Kebetulan aku memang punya SIM Card Telkomsel nganggur yang juga kubeli dadakan waktu ke Sumba.

CARA MENDAFTAR INTERNET ROAMING TELKOMSEL

Berikut step by step membeli paket roaming Telkomsel untuk kartu PRABAYAR:

Continue reading “Internetan di China dan Korea dengan Telkomsel Roaming (Bebas Blokir!)”

BEST CAFE IN MY LIFE: Dreamy Camera Cafe di Korea Selatan

“What’s your no. 1 favorite cafe so far?” I didn’t really have a definite answer to that question. Until I had visited Dreamy Camera Cafe in South Korea.

Bagi yang suka main Pinterest, pasti sering nemuin foto atau gambar tempat cantik, aesthetic (kalo kata anak masa kini), yang kayaknya ‘out of the world’ banget saking indahnya. Sebagian besar lokasinya bukan di Indonesia, jadi seringnya cuma dikagumi dan dijadiin bucket list aja.

Dreamy Camera Cafe ini salah satunya. Sebuah bangunan kecil berbentuk kamera Rolleiflex warna merah, diapit landscape hijau yang serene. Melihat pemandangan sekitarnya yang secantik itu, nggak mungkin di tengah kota besar nih!

Dreamy Camera Cafe in Gyeonggi-do. 1.5 hours from Seoul

Nggak nyangka ternyata lokasinya di Korea, beberapa jam dari Seoul. Memang di pedesaan dan bukan tengah kota, tapi sangat reachable. Apalagi dengan sistem kereta di Korea yang sudah bagus banget. Dan aku nemu lagi si kafe ini hanya beberapa hari sebelum trip-ku. Memang jodoh kali, ya?

HOW TO GET THERE

Stasiun terdekat untuk ke Dreamy Camera Cafe adalah Yongmun Station. Kalau kamu ke Nami Island atau Petite France, rutenya hampir mirip hanya beda di kereta terakhir.

Continue reading “BEST CAFE IN MY LIFE: Dreamy Camera Cafe di Korea Selatan”

Korea Trip: Negeri Dongeng di Songwol-dong Fairytale Village

My love for colorful things and places is beyond! Jadilah sebelum trip ke Korea kemarin aku browsing tempat yang sekiranya warna-warni di dekat Seoul, dan Google mempertemukanku dengan Songwol-dong Fairytale Village di Incheon.

Incheon berlokasi sekitar 1 jam dari Seoul. Ya, ini daerah yang sama dengan airport Incheon itu. Untuk yang transit di bandara Incheon atau cari tempat untuk dimampiri sebelum pulang, mungkin bisa main ke village ini.

Enter the fairytale!

HOW TO GET THERE

Dari penginapanku di daerah Ewha University menuju Songwol-dong Fairytale Village, aku menggunakan fasilitas subway. Cukup mudah, hanya sekali transit, tapi lumayan memakan waktu kira-kira 1 setengah jam. Stasiun tujuan adalah Incheon Station.

Continue reading “Korea Trip: Negeri Dongeng di Songwol-dong Fairytale Village”

Korea Trip: First Snowfall di Nami Island dan Petite France

“Nak, kamu nanti ke Nami Island nggak? Katanya bagus lho,” begitulah pesan ibuku sebelum aku berangkat ke Seoul.

Nami Island ngehits banget kayaknya bagi turis mancanegara terutama Indonesia yang liburan ke Korea. Aku sudah lama mendengar tentang Nami Island, tapi baru mengunjunginya akhir tahun 2017 ini.

Populer karena jadi lokasi syuting drama Korea legendaris Winter Sonata, Nami Island berlokasi tidak terlalu jauh dari Seoul. Dari Seoul ke Nami Island membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam jika menggunakan subway dan bus.

Tidak rugi menghabiskan waktu 2,5 jam kesini karena Nami Island berdekatan dengan tourist sites lain yang bisa sekalian dikunjungi. Salah satunya adalah Petite France.

Kalau suka nonton variety show atau drama Korea, pasti ‘ngeh’ dengan tempat ini. Bangunan warna-warni bergaya Perancis layaknya setting cerita dongeng.

Colorful Petite France!

HOW TO GET THERE

Subway terdekat ke Nami Island dan Petite France adalah Gapyeong Station. Karena aku menginap di dekat Ewha Woman’s University, rute-nya adalah sebagai berikut:

Continue reading “Korea Trip: First Snowfall di Nami Island dan Petite France”

Korea Trip: Sewa Hanbok, Gyeongbokgung Palace dan Hanok Village

Belum lengkap ke Korea kalo nggak sewa hanbok dan bergaya ala-ala di drama sageuk!

Aku sendiri bukan pecinta sageuk (historical period drama). Nggak suka nonton-nya entah kenapa. Kecuali yang sageuk-nya cuma seiprit dan kembali ke masa kini kayak Goblin, itu aku masih suka.

Biarpun nggak suka sageuk, pastilah ke Korea harus cobain foto pakai hanbok. Sama aja kayak ke Jepang harus cobain kimono, atau pakai baju tradisional Belanda kalau ke Amsterdam. Turis banget sih, tapi ya nggak apa-apa lah! Kan emang turis? Hehe.

Di Seoul, area favorit untuk berjalan-jalan dengan mengenakan hanbok adalah daerah sekitar Gyeongbokgung Palace dan Hanok Village.

Hanbok experience in Gyeongbokgung Palace

Continue reading “Korea Trip: Sewa Hanbok, Gyeongbokgung Palace dan Hanok Village”

Beijing Trip Part 3: Panda & Forbidden City (+ Itinerary & Budget)

Sampai di hari terakhir untuk full day explore Beijing. Awalnya nggak ada di itinerary, tapi entah kenapa mendadak ngidam lihat panda mumpung lagi di China! Tapi dimana bisa lihat panda di kota metropolitan seperti Beijing?

Panda, my animal spirit!

Destinasi paling populer untuk ketemu panda adalah di provinsi Chengdu. Disana terletak panda breeding research base. Beijing adalah kota besar metropolitan (ibaratnya Jakarta deh!). Jadi jangan harap bisa bertemu panda di alam liar. Tapi jangan sedih kalau kamu di Beijing tapi pengen lihat si ikon China di negeri asalnya. Beijing Zoo punya Giant Panda Hall!

 DAY 6

BEIJING ZOO – GIANT PANDA HALL

Beijing Zoo berlokasi di tengah kota Beijing dan mudah dicapai dengan subway. Naik subway line 4 dan turun di Beijing Zoo Station.

Beijing Zoo punya bermacam hewan di dalamnya. Karena waktu mepet aku hanya ke Giant Panda Hall saja. Harga tiket Combo Beijing Zoo + Panda Hall adalah CNY 19 (Apr – Oct) CNY 14 (Nov – Mar).

Continue reading “Beijing Trip Part 3: Panda & Forbidden City (+ Itinerary & Budget)”