SG-KL Trip Part 1: 3 Hari Backpacker di Singapore (+ Itinerary & Budget)

Sudah lama banget nggak ke Singapore! Terakhir aku ke Singapore di tahun 2014. Singapura itu terkenal mahal, jadi agak males kesana walau tiket pesawatnya sering promo. Karena penasaran seperti apa Singapura saat ini, akhirnya Juni 2018 lalu aku kembali kesana. Mungkinkah backpacker-an murah di Singapore?

Tahukah kamu kalau Singapore merupakan salah satu negara dengan biaya hidup termahal di dunia? Makanya heran juga kenapa orang Indonesia hobi ke Singapore. Dan kebanyakan dari mereka ke Singapore untuk belanja pula! Ternyata orang negara kita kaya-kaya ya? Hahaha.

Kuakui, Singapore memang nyaman dikunjungi. Kotanya sangat rapi dan infrastruktur-nya sangat menunjang untuk traveler. Setiap ke Singapore, rasanya terpukau kita punya negara tetangga yang semaju ini. Yang kusuka juga dari Singapore adalah keberagaman etnis-nya. It’s a melting pot for various ethnicity, from Melayu, to Chinese, to Indian, etc. Membuat Singapore unik walaupun luas negara-nya terhitung kecil.

Karena itu aku pun penasaran mencoba backpacker-an ke Singapore, plus menyeberang jalur darat ke Malaysia!

Bright and colorful Singapore!

DAY 1

FROM SOETTA TO CHANGI

Untuk ke Singapore, kami menggunakan maskapai AirAsia. Ini pertama kalinya kami naik AirAsia setelah semua penerbangan internasional dari Jakarta-nya dipindah ke Terminal 3 Ultimate Soetta. Kami beli tiket lumayan dadakan, harga tiket per orangnya sekitar Rp 600.000,- one way. Hitungannya nggak mahal dan nggak murah juga untuk one way Jakarta – Singapura. Yang pasti jamnya enak karena flight jam 7 pagi, memungkinkan kami punya cukup waktu untuk langsung eksplor Singapore di hari pertama.

Continue reading “SG-KL Trip Part 1: 3 Hari Backpacker di Singapore (+ Itinerary & Budget)”

Internetan di China dan Korea dengan Telkomsel Roaming (Bebas Blokir!)

Istilah Great Firewall of China itu benar adanya. Kebanyakan website yang bisa kita gunakan di Indonesia tidak bisa dibuka di China alias di-blok. Say goodbye to Google. Padahal bagiku Google Maps adalah tumpuan hidup kalau liburan dan Gmail juga tidak kalah penting karena isinya email kerjaan.

Karena blogpost Mudahnya Mengurus Visa China sedang ‘naik daun’ dan sering jadi top post di blog ini, kusimpulkan bahwa makin banyak yang planning untuk liburan ke China. Satu hal yang buatku deg-degan sebelum berangkat kesana jelas koneksi internet! Ngeri banget kan kalo udah sampe sana dan nggak bisa buka aplikasi seperti Google Maps dan lain-lain? Belum lagi aku solo travelling disana.

THE GREAT FIREWALL OF CHINA

FYI, pemerintah China memblokir penggunaan hampir semua aplikasi Google-based dan aplikasi lainnya. Sebut saja Google Chrome, Google Maps, Instagram, Twitter, Whatsapp, LINE, YouTube, dan lain-lain. This is what I called The Great Firewall of China. Sebagai gantinya, pemerintah China mempunyai aplikasi pengganti serupa untuk rakyatnya, sebut saja WeChat, QQ, UC Browser, dan lain-lain. Semuanya dalam karakter Cina, jadi tentu aku nggak bisa pakai karena nggak mengerti.

The Great Firewall of China (Credit image from http://www.china-briefing.com/)

Kebanyakan orang akan menjawab VPN sebagai jawaban dari Great Firewall of China ini. Kebetulan aku punya teman yang sedang kuliah di China, dan aku banyak sekali dibantu saran untuk koneksi internet disana (Thank you, Dimas!). Kami berkomunikasi via Instagram DM. Ya, dia menggunakan VPN untuk bisa menggunakan Instagram di China. VPN yang dipakai adalah yang berbayar per tahun, karena menurutnya yang gratisan banyak yang kurang bagus koneksinya dan tidak selalu bisa mengatasi blokir.

Setelah browsing, The Great Firewall of China ini canggih juga ternyata! Beberapa VPN belum tentu bisa ‘mengelabui’ semua Internet Service Provider (ISP). Jadi bisa saja VPN A lancar digunakan di wi-fi kafe yang ku datangi, tapi begitu sampai hostel tidak bisa dipakai karena ISP-nya berbeda.  Contoh kasus: Aku bisa internetan dengan VPN merk X di McD karena McD pakai ISP A (VPN mampu ‘mengelabui’ ISP A) . Tapi begitu di hostel, VPN nggak bisa dipakai karena hostelnya pakai ISP B (VPN tidak mampu ‘mengelabui’ ISP B). Ngerti kan?

Untungnya, dari temanku juga aku disarankan untuk coba menggunakan Telkomsel roaming untuk di China. Kebetulan dia baru dikunjungi temannya dari Indonesia. Temannya pakai Telkomsel roaming selama disana dan lancar jaya internetan tanpa butuh VPN. Wow, sounds good. Meskipun sehari-hari aku bukan pengguna Telkomsel, aku pun akhirnya membeli paket roaming Telkomsel. Kebetulan aku memang punya SIM Card Telkomsel nganggur yang juga kubeli dadakan waktu ke Sumba.

CARA MENDAFTAR INTERNET ROAMING TELKOMSEL

Berikut step by step membeli paket roaming Telkomsel untuk kartu PRABAYAR:

Continue reading “Internetan di China dan Korea dengan Telkomsel Roaming (Bebas Blokir!)”

BEST CAFE IN MY LIFE: Dreamy Camera Cafe di Korea Selatan

“What’s your no. 1 favorite cafe so far?” I didn’t really have a definite answer to that question. Until I had visited Dreamy Camera Cafe in South Korea.

Bagi yang suka main Pinterest, pasti sering nemuin foto atau gambar tempat cantik, aesthetic (kalo kata anak masa kini), yang kayaknya ‘out of the world’ banget saking indahnya. Sebagian besar lokasinya bukan di Indonesia, jadi seringnya cuma dikagumi dan dijadiin bucket list aja.

Dreamy Camera Cafe ini salah satunya. Sebuah bangunan kecil berbentuk kamera Rolleiflex warna merah, diapit landscape hijau yang serene. Melihat pemandangan sekitarnya yang secantik itu, nggak mungkin di tengah kota besar nih!

Dreamy Camera Cafe in Gyeonggi-do. 1.5 hours from Seoul

Nggak nyangka ternyata lokasinya di Korea, beberapa jam dari Seoul. Memang di pedesaan dan bukan tengah kota, tapi sangat reachable. Apalagi dengan sistem kereta di Korea yang sudah bagus banget. Dan aku nemu lagi si kafe ini hanya beberapa hari sebelum trip-ku. Memang jodoh kali, ya?

HOW TO GET THERE

Stasiun terdekat untuk ke Dreamy Camera Cafe adalah Yongmun Station. Kalau kamu ke Nami Island atau Petite France, rutenya hampir mirip hanya beda di kereta terakhir.

Continue reading “BEST CAFE IN MY LIFE: Dreamy Camera Cafe di Korea Selatan”

Korea Trip: Negeri Dongeng di Songwol-dong Fairytale Village

My love for colorful things and places is beyond! Jadilah sebelum trip ke Korea kemarin aku browsing tempat yang sekiranya warna-warni di dekat Seoul, dan Google mempertemukanku dengan Songwol-dong Fairytale Village di Incheon.

Incheon berlokasi sekitar 1 jam dari Seoul. Ya, ini daerah yang sama dengan airport Incheon itu. Untuk yang transit di bandara Incheon atau cari tempat untuk dimampiri sebelum pulang, mungkin bisa main ke village ini.

Enter the fairytale!

HOW TO GET THERE

Dari penginapanku di daerah Ewha University menuju Songwol-dong Fairytale Village, aku menggunakan fasilitas subway. Cukup mudah, hanya sekali transit, tapi lumayan memakan waktu kira-kira 1 setengah jam. Stasiun tujuan adalah Incheon Station.

Continue reading “Korea Trip: Negeri Dongeng di Songwol-dong Fairytale Village”

Korea Trip: First Snowfall di Nami Island dan Petite France

“Nak, kamu nanti ke Nami Island nggak? Katanya bagus lho,” begitulah pesan ibuku sebelum aku berangkat ke Seoul.

Nami Island ngehits banget kayaknya bagi turis mancanegara terutama Indonesia yang liburan ke Korea. Aku sudah lama mendengar tentang Nami Island, tapi baru mengunjunginya akhir tahun 2017 ini.

Populer karena jadi lokasi syuting drama Korea legendaris Winter Sonata, Nami Island berlokasi tidak terlalu jauh dari Seoul. Dari Seoul ke Nami Island membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam jika menggunakan subway dan bus.

Tidak rugi menghabiskan waktu 2,5 jam kesini karena Nami Island berdekatan dengan tourist sites lain yang bisa sekalian dikunjungi. Salah satunya adalah Petite France.

Kalau suka nonton variety show atau drama Korea, pasti ‘ngeh’ dengan tempat ini. Bangunan warna-warni bergaya Perancis layaknya setting cerita dongeng.

Colorful Petite France!

HOW TO GET THERE

Subway terdekat ke Nami Island dan Petite France adalah Gapyeong Station. Karena aku menginap di dekat Ewha Woman’s University, rute-nya adalah sebagai berikut:

Continue reading “Korea Trip: First Snowfall di Nami Island dan Petite France”

Korea Trip: Sewa Hanbok, Gyeongbokgung Palace dan Hanok Village

Belum lengkap ke Korea kalo nggak sewa hanbok dan bergaya ala-ala di drama sageuk!

Aku sendiri bukan pecinta sageuk (historical period drama). Nggak suka nonton-nya entah kenapa. Kecuali yang sageuk-nya cuma seiprit dan kembali ke masa kini kayak Goblin, itu aku masih suka.

Biarpun nggak suka sageuk, pastilah ke Korea harus cobain foto pakai hanbok. Sama aja kayak ke Jepang harus cobain kimono, atau pakai baju tradisional Belanda kalau ke Amsterdam. Turis banget sih, tapi ya nggak apa-apa lah! Kan emang turis? Hehe.

Di Seoul, area favorit untuk berjalan-jalan dengan mengenakan hanbok adalah daerah sekitar Gyeongbokgung Palace dan Hanok Village.

Hanbok experience in Gyeongbokgung Palace

Continue reading “Korea Trip: Sewa Hanbok, Gyeongbokgung Palace dan Hanok Village”

Beijing Trip Part 3: Panda & Forbidden City (+ Itinerary & Budget)

Sampai di hari terakhir untuk full day explore Beijing. Awalnya nggak ada di itinerary, tapi entah kenapa mendadak ngidam lihat panda mumpung lagi di China! Tapi dimana bisa lihat panda di kota metropolitan seperti Beijing?

Panda, my animal spirit!

Destinasi paling populer untuk ketemu panda adalah di provinsi Chengdu. Disana terletak panda breeding research base. Beijing adalah kota besar metropolitan (ibaratnya Jakarta deh!). Jadi jangan harap bisa bertemu panda di alam liar. Tapi jangan sedih kalau kamu di Beijing tapi pengen lihat si ikon China di negeri asalnya. Beijing Zoo punya Giant Panda Hall!

 DAY 6

BEIJING ZOO – GIANT PANDA HALL

Beijing Zoo berlokasi di tengah kota Beijing dan mudah dicapai dengan subway. Naik subway line 4 dan turun di Beijing Zoo Station.

Beijing Zoo punya bermacam hewan di dalamnya. Karena waktu mepet aku hanya ke Giant Panda Hall saja. Harga tiket Combo Beijing Zoo + Panda Hall adalah CNY 19 (Apr – Oct) CNY 14 (Nov – Mar).

Continue reading “Beijing Trip Part 3: Panda & Forbidden City (+ Itinerary & Budget)”

Beijing Trip Part 2: Menuju The Great Wall – Mutianyu (+ Itinerary & Budget)

Panjangnya yang mencapai 20.000 km terhampar di daratan China, The Great Wall punya banyak titik untuk dikunjungi. Jika memulai perjalanan dari Beijing, titik yang terpopuler adalah Badaling section dan Mutianyu section.

Badaling paling dekat lokasinya dari Beijing, namun paling touristy. Kebanyakan pengunjungnya adalah turis lokal China. Siap-siap dengan keramaian terutama jika pergi di musim panas. Tour guide saya ke Mutianyu sempat menunjukkan foto Badaling di musim liburan dan sungguh “mengerikan” ramainya.

The Great Wall Badaling di musim ramai. MENURUT NGANA?

Mutianyu section adalah pilihan terbaik untuk ke The Great Wall jika tidak mau pergi terlalu jauh dari Beijing, less crowded, dengan pemandangan landscape gunung. Akhirnya pilihanku pun jatuh ke Mutianyu supaya foto-foto disana tidak bocor turis lain! Hehehe.

Hello from The Great Wall – Mutianyu!

DAY 3

THE GREAT WALL – MUTIANYU SECTION

Dari Beijing ke Mutianyu bisa menggunakan transportasi umum yaitu:

Bus 916 atau 916 Express dari Dongzhimen Bus Station -> Huairou (17 km dari Mutianyu) lanjut taksi sekitar CNY 50-60 ke Mutianyu

Setelah menghitung-hitung, ongkos ke Mutianyu cukup mahal untuk solo traveler tanpa teman patungan karena harus naik taksi PP. Belum lagi, harus berangkat pagi-pagi buta supaya dapat pemandangan bagus dan pulangnya tidak kesorean! Males banget kan pagi-pagi buta harus ke stasiun dengan suhu minus derajat Celcius?

Continue reading “Beijing Trip Part 2: Menuju The Great Wall – Mutianyu (+ Itinerary & Budget)”

Beijing Trip Part 1: Temple of Heaven & Central Perk (+ Itinerary & Budget)

Rasa penasaran akan negeri China akhirnya terpuaskan di bulan November 2017. Setelah berbagai pertimbangan destinasi kota, pilihan pun jatuh ke Beijing, sang ibukota. Agak bikin deg-degan karena ini merupakan solo trip pertamaku yang benar-benar solo tanpa ada teman jalan sama sekali!

Selalu senang dengan negara Asia Timur. Kalau menilik trip sebelumnya ke Jepang, Korea, Hongkong, dan Macau, I have fond memories about all of them. Negara yang paling besar (dan katanya paling challenging) China, malah belum. Ribetnya trip ke China selain kendala bahasa adalah nyari teman jalannya susah! Kayaknya orang Indonesia lebih senang ke Jepang dan Korea, atau Hongkong (karena free visa). Setiap ngajakin teman, “Mau ke China gak? Pengen lihat Great Wall nih!”. Pasti jawabannya, “Males ah, mending Jepang atau Korea kali.” Pffftt.

Padahal bagiku China itu menarik banget untuk jadi destinasi! Terutama karena Great Wall masuk di bucket list-ku dari kecil. Siapa sih yang nggak tahu Great Wall? Another reason, is simply because I’ve never been to China.

Temple of Heaven, Beijing

Karena tahu susah cari teman jalan dari Indonesia, dari jauh hari aku sudah tahu ini bakal jadi solo trip. Jadi aku pun prepare banget untuk trip kali ini, mulai dari visa (post tentang membuat visa China bisa dilihat disini), budget, itinerary, dan lain-lain. Let’s start the trip story!

Continue reading “Beijing Trip Part 1: Temple of Heaven & Central Perk (+ Itinerary & Budget)”

Thailand Trip Part 3: Hampir Kena Scam di Grand Palace (+ Itinerary & Budget)

Hari ke-4 di Thailand, dan kami siap ke salah satu tujuan utama kami ke Bangkok: temple-hopping! Kalo wisatawan Indonesia kebanyakan semangat ke Bangkok untuk belanja di tempat-tempat seperti Platinum, MBK, atau Pratunam Market, kami malah nggak excited untuk belanja dan malah lebih pengen ke temples. Salah satu tujuan kami adalah Grand Palace dan Wat Arun.

Continue reading “Thailand Trip Part 3: Hampir Kena Scam di Grand Palace (+ Itinerary & Budget)”