BEST CAFE IN MY LIFE: Dreamy Camera Cafe di Korea Selatan

“What’s your no. 1 favorite cafe so far?” I didn’t really have a definite answer to that question. Until I had visited Dreamy Camera Cafe in South Korea.

Bagi yang suka main Pinterest, pasti sering nemuin foto atau gambar tempat cantik, aesthetic (kalo kata anak masa kini), yang kayaknya ‘out of the world’ banget saking indahnya. Sebagian besar lokasinya bukan di Indonesia, jadi seringnya cuma dikagumi dan dijadiin bucket list aja.

Dreamy Camera Cafe ini salah satunya. Sebuah bangunan kecil berbentuk kamera Rolleiflex warna merah, diapit landscape hijau yang serene. Melihat pemandangan sekitarnya yang secantik itu, nggak mungkin di tengah kota besar nih!

Dreamy Camera Cafe in Gyeonggi-do. 1.5 hours from Seoul

Nggak nyangka ternyata lokasinya di Korea, beberapa jam dari Seoul. Memang di pedesaan dan bukan tengah kota, tapi sangat reachable. Apalagi dengan sistem kereta di Korea yang sudah bagus banget. Dan aku nemu lagi si kafe ini hanya beberapa hari sebelum trip-ku. Memang jodoh kali, ya?

HOW TO GET THERE

Stasiun terdekat untuk ke Dreamy Camera Cafe adalah Yongmun Station. Kalau kamu ke Nami Island atau Petite France, rutenya hampir mirip hanya beda di kereta terakhir.

Karena aku menginap di daerah Ehwa Woman’s University, rutenya adalah sebagai berikut:

Ewha Woman’s University Station (take line 2 arah Ahyeon) -> Wangsimni Station (transit, then take Jungang line arah Cheongnyangni) -> Yongmun Station

Lama perjalanan menggunakan subway kurang lebih 1,5 jam.

Setelah sampai di Yongmun Station, kamu bisa langsung ambil taksi untuk ke Dreamy Camera Cafe. Ada antrian taksi di depan stasiun jadi mudah untuk ambil taksinya.

Exit 1 di Yongmun Station dan akan ketemu antrian taksi

Biasanya driver sudah tahu jika kamu bilang Dreamy Camera Cafe, tapi amannya kamu bisa tunjukkan gambar dan alamat di bawah ini ke driver-nya.

Image taken from Dreamy Camera Cafe’s Facebook page

Perjalanan taksi dari Yongmun Station ke Dreamy Camera Cafe hanya sekitar 10 menit. Taxi fare-nya sekitar KRW 10.000-12.000 (sekitar Rp 150.000,-) untuk one-way.

Driver biasanya akan memberimu kartu namanya sebelum kamu turun. Simpan, karena ini akan kamu gunakan lagi untuk menelponnya lagi minta jemput nanti.

Sampai di depan cafe, aku cuma bisa bilang, “WOW!” dan jantungku berdegup kencang.

THIS IS MY FAVORITE DESTINATION THROUGH OUT MY KOREA TRIP. Hands down.

The cafe building and the house of the owner right beside it.

Dimulai dari nggak sengaja nemu tempat ini hanya beberapa hari sebelum trip. Berulang kali menimbang-nimbang mau kesini atau enggak karena jauh tapi akhirnya memutuskan jadi. Hingga perjalanan kesini yang begitu lancar (nggak nyasar lho!). Driver taksinya juga friendly banget dan langsung tahu begitu ku beritahu tujuanku.

Saat itu sudah seminggu aku di Korea, dan tiap hari aku ngomel-ngomel karena dinginnya (saat itu winter). Tapi tepat hari itu sedikit gerimis, membuat temperaturnya sedikit hangat. I could even take off my coat!

It’s almost like it’s meant to be. As if God wanted me to be there *lebay*

ONE HAPPY KID!

I finally see this red Rolleiflex-shaped building with my own eyes. Bangunan berwarna merah inilah kafenya. Persis di samping terletak rumah tinggal owner-nya. Bahagia banget kali ya tinggal disini? Pemandangan sekitarnya juga cantiiiik banget!

The neighborhood in front of the cafe

Pemandangan gunung dan rumah. Khas pedesaan. Love!

Rumah owner-nya juga cute dan homey banget

Ketika masuk ke dalam cafe, nuansa cozy akan sangat terasa dengan interior-nya yang didominasi material kayu. Berbagai macam koleksi kamera retro dan foto polaroid terpajang di dinding menjadi dekorasinya. Menguatkan impresi kalau pemilik kafe ini pastilah photography enthusiast!

Terbiasa datang ke kafe atau toko di Korea staff-nya nggak bisa bahasa Inggris, disini berbeda. Dimiliki oleh sepasang suami istri, datanglah ke Dreamy Camera Cafe di hari Rabu dan akan bertemu langsung dengan owner-nya. The lady boss yang super baik dan fasih berbahasa Inggris!

Enter the cafe!
Cameraaaaaas all over the room!

Polaroid of the guest’s bucket list! Read on to know the story!

Berkat membaca review di TripAdvisor, aku order cheesecake dan segelas hot Americano. Dan cheesecake-nya enak! Begitupun Americano-nya.

Let’s go to the 2nd floor
2nd floor
You can hang out and read books here. There are some books written in English, don’t worry

Pemandangan yang bikin nggak pengen pulang
My cheesecake and hot Americano

Satu hal yang membuatku benar-benar jatuh cinta dengan Dreamy Camera Cafe adalah konsep yang mereka miliki. Awalnya kukira kafe ini hanyalah kafe bertema kamera. Nope, it is more than that. Setelah aku membaca kisah dibalik kafe ini.

Ketika kamu masuk, owner akan memberimu selembar flyer berisikan cerita singkat latar belakang kafe ini.

The story behind Dreamy Camera Cafe

Jadi, Dreamy Camera Cafe ini dimiliki oleh pasangan suami istri, keduanya adalah retired pilot. Sang suami punya hobi fotografi, sedangkan istrinya punya mimpi untuk memiliki kafe yang jauh dari hiruk pikuk kota. Mereka berdua juga punya mimpi untuk memiliki rumah dengan halaman depan yang luas untuk anak perempuan dan anjingnya. Harga tanah di kota besar seperti Seoul sudah pastilah luar biasa tinggi kan?

Mimpi lain yang mereka miliki adalah bisa menghabiskan waktu mereka lebih banyak bersama keluarga. As simple as it sounds, it’s not an easy dream to fulfill right? Disinilah mereka mewujudkan mimpi-mimpi mereka melalui kafe ini.

Awalnya nggak mudah. Karena dari bentuk bangunan seperti ini tentu nggak mudah (dan nggak murah!) buatnya kan? Setelah ownernya kesana kemari, beruntung akhirnya ada 2 kontraktor yang menyanggupi pembangunan si bangunan berbentuk Rolleiflex ini.

Special kufotoin biar pada kalian bisa baca cerita di belakang kafe ini! Hehe

This is more than just a cafe. It is a space for dreamers.

Uniknya lagi, kalian akan diminta untuk mengisi sebuah kertas bucket list kalian. Kertas ini nantinya akan difoto dengan polaroid, dan polaroid-nya bisa kalian bawa pulang! So fun, right?!

Biarpun aku solo traveling alias sendirian ke kafe ini, aku bahagia banget. Bisa ngelamun ngisi bucket list sambil minum Americano panas. Sambil seru bacain bucket list tamu-tamu lain yang sudah kesini. Kocak-kocak!

Beberapa bucket list guests yang kufoto karena kocak
Writing my very own bucket list

Saat pulang, aku minta tolong owner-nya untuk menelepon taksi. Tinggal lihat di kartu nama yang diberi driver saat berangkat tadi. Owner-nya baik banget. Super ramaaaah!

TIPS & TRICK

  • Sediakan waktu seharian untuk kesini karena cukup jauh sekitar 1,5 jam dari Seoul
  • Datang di hari Rabu supaya bertemu owner-nya yang super ramah, dan fasih bahasa Inggris. Baca-baca review di blog lain, staff lain belum tentu bisa bahasa Inggris
  • Datang bareng teman bisa lebih irit untuk patungan ongkos taksi

I really wish you can experience the magical feeling I have towards this cafe. Sisihkan satu hari dari trip Korea kalian untuk kesini, nggak akan nyesel deh. Sorenya kalian sudah bisa pulang kok, dan masih bisa explore Seoul di malam hari!

 

Dreamy Camera Cafe

Address: 341-13 Jungwon-ri, Yongmun-myeon, Yangpyeong, Gyeonggi-do, South Korea

Nearest Subway Station: Yongmun Station

Opening Hours: 11.00 AM – 06.00 PM (closed every Sunday and Monday)

 

7 thoughts on “BEST CAFE IN MY LIFE: Dreamy Camera Cafe di Korea Selatan

  1. Aku pernah baca tentang cafe ini dari salah satu blogger Korea! Aku suka banget kamera dan cafe-cafe cantik gitu, pengen ke sana deh kalo sempet T.T Tapi ongkos taksi lumayan mahal ya. Nice post <3

    ps: hope we can meet up in real life someday! I think we are similar in many ways, lol.

    http://www.bigdreamerblog.com

    1. Yesss! Ongkos taksinya emang nggak murah ya (mahal banget malah kalo diukur sama taksi di Indonesia) hehehe makanya aku rekomen ramean kalo kesini supaya bisa patungan! Tapi karena aku suka banget jadi nggak nyesel sih bayar sendiripun waktu itu.

      Aww let’s meet up! <3

  2. selalu detail, ku suka! oiya kak jen, coba liat deh di ig ada museum lucu dan colorful gitu di filipina, namanya dessert museum hehe mungkin bisa jd salah satu tempat yg menarik untuk kakak kunjungin juga nanti karna warna-warni

  3. Sumpah je ini gemesh banget sih cafe nya! Kamu nemu aja pulaaaa, as always <3 <3
    Interiornya keliatan kecil tp warm and cozy gitu ya.
    Terus bisa tulis bucket list pula, makin betah deh lama2.

  4. OK, First Of All..

    I should thank u, with a very deep much for creating this blog.
    saya pertama kali kenal blog ini saat mau ke Thailand. Karena bosan dengan “ngk tau mau kemana lg di thailand”.
    saya nemuin kota Hua hin. dan pencarian dimulai dengan “how to go there”.

    Blog ini cara pemaparannya bagus banget, “ya dari pendapat saya sih, lebih ke tempat instragram banget” dimana ini bukan saya. tapi point nya itu, ngk melulu belanja dan belanja, dan tempat yg dikunjungi juga ngk yang mainstream selalu. selalu ada nyempil tempat2 aneh , unik, nyamn dan yantai dan luar biasa mau dikunjungi. dan itinerary nya itu loh… murah dan ngk murahan. BEST..

    i love it. keep it up.. karena sekarang saya kalau mau travel. check disini dulu. ada ngk hahahhaha…
    Thank You.., Thank You…,

    1. Hi Kirani! Thank you so much for writing such kind message! Aku terharu! I put so much thoughts when writing my blogpost. Aku memang pengen isinya bisa berguna dan bantu orang untuk travelling, nggak sekedar pretty pictures saja. Paling bahagia kalau ada yang bilang bahwa blog ini bisa membantu orang mewujudkan jalan-jalannya. Semoga blog ini berguna bagi travelling kamu yaa. Love! xoxo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *