29   1340
15   544
9   500
32   593
5   801
55   1560
18   1169
7   513
19   1100
60   1834

Cara Membuat Visa Schengen Belanda (Syarat & Biaya)

Visa Schengen, selembar visa yang memungkinkan kamu masuk ke 26 negara Eropa. Sakti kan? Memohon visa Schengen bisa melalui berbagai negara, masing-masing punya persyaratan yang berbeda. Visa Schengen yang aku apply adalah dari Belanda. Apa saja persyaratannya?

APA ITU VISA SCHENGEN?

Untuk memasuki negara Eropa tertentu, kamu membutuhkan visa Schengen. Visa ini memungkinkanmu masuk ke 26 negara yang termasuk Schengen countries.

26 negara tersebut adalah: Austria, Belgium, Czech Republic, Denmark, Estonia, Finland, France, Germany, Greece, Hungary, Iceland, Italy, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luxembourg, Malta, Netherlands, Norway, Poland, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spain, Sweden, and Switzerland.

Selain 26 negara di atas, banyak negara lain juga yang mengizinkan kamu masuk jika memiliki visa Schengen. Misal: Vatican City, San Marino, Monaco, dll.

DARI NEGARA MANA MEMOHON VISA SCHENGEN?

Jawabannya adalah dari negara yang akan paling lama dikunjungi di itinerary-mu. Itinerary ini adalah salah satu syarat yang akan diminta dalam aplikasi visa Schengen.

Jika ada 2 negara yang jumlah hari kunjungannya sama bagaimana? Bisa pilih salah satu. Atau negara yang menjadi tujuan pertama (dan menjadi kunjungan terlama).

Contoh: di itinerary ku Belanda dan Perancis jumlah hari kunjungannya sama. Aku bisa apply di keduanya. Tapi aku pilih apply via Belanda karena tiket pesawatku Jakarta-Amsterdam PP.

Tips: kebanyakan WNI cenderung suka apply via Belanda atau Perancis karena biasanya lebih mudah di-approve dan ‘murah hati’ memberi durasi kunjungan di visanya. But this is NOT a guarantee, so just apply accordingly to your trip plans.

DIMANA APLIKASI VISA SCHENGEN VIA BELANDA?

Visa Schengen Belanda bisa diajukan melalui agent VFS Global di mall Kuningan City Lantai 1, Jakarta.

VFS Global juga memiliki cabang di Surabaya dan Bali. Info cek disini.

VFS Belanda (Mewakili Belgia & Luxemburg)
Pengajuan Aplikasi: 08.00 – 12.00 | 13.00 – 16.00
Pengambilan Paspor: 14.00 – 16.00
Helpline: +62 21 3041 8712
Email: info.nld@vfshelpline.com
Situs: www.vfsglobal.com/netherlands/indonesia

PERSYARATAN VISA SCHENGEN BELANDA:

1.Form Aplikasi Visa

Form aplikasi visa bisa diisi disini: https://consular.mfaservices.nl/schengen-visa/short-stay

Penjelasan step pengisian form akan kujelaskan di bawah.

2. Form Appointment Visa⁣⁣

Setelah mengisi form aplikasi visa, buat appointment untuk pengajuan visa di link ini: https://www.vfsglobal.com/Netherlands/Indonesia/Bahasa/Schedule-an-Appointment.html

3. Paspor asli & fotokopi (2 set)

Bawa paspor asli (masa berlaku minimal 6 bulan dari tanggal keberangkatan) dan fotokopinya (copy 2 set). Halaman yang perlu difotokopi adalah halaman identitas, endorsement, cap dan visa, serta halaman terakhir.

4. Pas foto (ukuran 3,5 x 4,5 cm) 2 lembar

Background putih, dicetak di kertas foto kualitas baik, 70% wajah.

Saya langganan foto visa di Jakarta Foto, Jl. Sabang, Jakarta Pusat. Tinggal diinfo untuk visa negara mana, mereka sudah hapal ukuran dan ketentuannya. Harga Rp 60.000,- dapat 5 lembar, dan CD.

Langganan untuk foto visa, Jakarta Foto

⁣⁣5. Surat Keterangan Kerja⁣⁣/Memiliki Usaha

Surat keterangan kerja bisa diminta ke HRD bagi karyawan. Wiraswasta bisa menyiapkan SIUP.

Bagi yang freelancer seperti saya, bisa membuat surat keterangan kerja sendiri. Bisa pula menyertakan invoice dari penghasilan pekerjaan sebagai tambahan untuk meyakinkan kedutaan.

Download contoh surat keterangan kerja freelancer disini.

6. Rekening Koran⁣⁣ 3 Bulan Terakhir

Rekening koran 3 bulan terakhir bisa diminta ke bank masing-masing. Saya membuat di bank BCA. Dikenakan biaya Rp 2.500,- per lembar. Disarankan CS BCA, jika mau hemat bisa men-download sendiri mutasi melalui internet banking. Katanya, hasilnya sama dengan minta di CS BCA. Tinggal minta legalisir saja.

Berapakah minimal saldo yang dibutuhkan? Perkiraan 1 hari membutuhkan 100 Euro. Jika trip selama 10 hari, sediakan saldo minimal 10 x 100 Euro = Rp 16.000.000,-. Tambah 30% untuk biaya tak terduga. Jadi usahakan ada saldo di atas Rp 20.000.000,- untuk trip 10 hari.

Selain jumlah saldo, yang menjadi pertimbangan kedutaan juga pemasukan di rekening. Jangan sampai ada dana masuk mendadak dalam jumlah besar dalam rekening koran 3 bulan terakhir, karena akan dicurigai penggembungan dana. Jika memang ada pemasukan rutin tiap bulan, pasti lebih meyakinkan. Histori travel juga seringkali mempengaruhi. Karena ada juga kok cerita yang saldonya sedikit tapi di-approve visanya.

7. Surat Referensi Bank⁣⁣

Surat referensi bank juga bisa diminta ke bank masing-masing. Saya membuat di bank BCA, biaya Rp 50.000,-. Biasanya CS akan bertanya mau menyertakan saldo akhir atau tidak di surat. Kemarin saya pilih tidak, toh di rekening koran juga terlihat.

8. Fotocopy KTP, KK⁣⁣ (terjemahan dalam Bahasa Inggris)

Untuk dokumen ini, perlu ditranslasi ke Bahasa Inggris. Ada beberapa yang menyarankan menggunakan jasa sworn translator, beberapa ada juga yang bilang bisa translate sendiri. Saya memutuskan untuk translate sendiri. Dan ternyata diperbolehkan.

Selain KTP, KK, bisa menyerahkan Akte Lahir dan Surat Nikah juga bila perlu.

Download contoh terjemahan KTP & KK.

9. Print out tiket pesawat PP⁣⁣

Karena saya sudah membeli tiket dari 5 bulan sbelumnya (maklum hamba tiket promo), saya membawa print out tiket pesawat PP yang sudah fully paid.

Banyak yang bertanya untuk apply visa Schengen, haruskah tiket pesawat harus sudah paid? Kalau visa ditolak gimana, hangus dong tiketnya? Jawabannya sebenarnya tidak harus, karena kedutaan juga tidak menjanjikan visa pasti approve. Banyak yang menyarankan membuat dummy ticket, bisa membuatnya di travel agent. Tapi aku sendiri belum pernah mencoba cara ini jadi tidak bisa komentar banyak. Feel free to comment below if you ever bought a dummy ticket for visa application. Would love to hear the story 🙂

10. Bukti Reservasi Hotel⁣⁣

Saya booking hotel melalui Agoda.com. Biasanya pilih yang pay later dan free cancellation. Jadi semisal visa (amit-amit) ditolak, atau itinerary berubah masih bisa cancel.

11. Itinerary⁣⁣

Tidak perlu itinerary yang terlalu lengkap, simpel saja. Jika nanti itinerary akan berubah setelah visa di-approve, tidak masalah. Pastikan itinerary sesuai dengan form yang telah diisi.

Contoh itinerary perjalanan bisa di-download disini.

12. Polis Asuransi⁣⁣ Perjalanan (fotokopi)

Untuk berkunjung ke negara Schengen, diharuskan memiliki asuransi perjalanan dengan minimum coverage EUR 30.000 (ekuivalen USD 50.000). Cermat sebelum membeli asuransi, pastikan valid untuk permohonan visa Schengen. List company asuransi dan plan yang direkomendasikan kedutaan bisa dilihat disini.

Saya memesan asuransi via Futuready.com . Karena cukup sering berpergian, saya beli yang 1-year coverage for Worldwide, plan Gold dari Tokio Marine. Harganya sekitar 1,3 juta. Jika hanya mau membeli asuransi yang cover sekali jalan juga bisa, harga bergantung durasi trip. Setelah payment, sekitar 2 hari polis dikirim ke rumah dari Futuready. Polis ini yang difotokopi dan dibawa untuk apply visa Schengen.

12. Statement Letter (if needed)⁣⁣

In some cases, you probably will need to add statement letter. Untuk lebih meyakinkan, saya yang freelancer ini biasanya menyertakan statement letter bertandatangan Ayah saya dengan materai bahwa saya memang hanya pergi untuk traveling dan akan kembali ke Indonesia. I did this too when I applied for South Korean visa. Begitupun untuk visa Schengen, saya menyertakan statement letter serupa. Untuk lebih meyakinkan saja, meski seluruh biaya trip ini dari saya sendiri.

Statement letter juga biasanya perlu disertakan bila perjalanan disponsori oleh orang lain.

PANDUAN MENGISI FORM APLIKASI VISA SCHENGEN

Klik link berikut: https://consular.mfaservices.nl/schengen-visa/short-stay , klik START VISA APPLICATION FORM.

Masukkan negara aplikasi (dalm hal ini INDONESIA)
Masukkan identitas SURNAME (nama belakang), GIVEN NAME(S) (nama depan dan tengah), JIKA NAMA BELAKANG BERBEDA DENGAN SAAT LAHIR (yes/no), NATIONALITY (kwarganegaraan), GENDER (male/female), STATUS PERKAWINAN, dan NOMOR IDENTITAS NASIONAL (optional)
Isi TANGGAL LAHIR, TEMPAT LAHIR, NEGARA LAHIR, dan APAKAH KEWARGANEGARAAN BUKAN INDONESIA SAAT LAHIR (yes/no)
Isi NOMOR TELEPON (Country Code 0062 untuk INDONESIA), dan ALAMAT E-MAIL
Isi ADDRESS (alamat tinggal), POSTAL CODE (kode pos), CITY (kota tinggal), COUNTRY (negara tinggal)
Isi APAKAH KAMU MEMEGANG KEWARGANEGARAAN DI TEMPAT TINGGAL SAAT INI (yes/no)
Isi TRAVEL DOCUMENT (Normal Passport), NOMOR PASPOR, MASA BERLAKU dan BERAKHIR PASPOR, dan KANTOR YANG MENGELUARKAN PASPOR
APAKAH KAMU BERPERGIAN DENGAN ANGGOTA KELUARGA DENGAN WARGA NEGARA EU, EEA, atau Switzerland? (yes/no)
Isi PEKERJAAN
Isi DETAIL TENTANG PEKERJAAN, EMPLOYER, NOMOR TELEPON, DAN ALAMAT KERJA
APAKAH NEGARA TUJUAN AKHIR dalam SCHENGEN? (yes/no)
Isi TUJUAN UTAMA KUNJUNGAN
Isi TANGGAL KEDATANGAN, TANGGAL KEPULANGAN, dan APAKAH AKAN MENGUNJUNGI NEGARA LAIN DI LUAR SCHENGEN DALAM PERIODE TERSEBUT (yes/no)
Isi JUMLAH ENTRY yang diinginkan (Single entry/Two entries/Multiple entries)
Isi NEGARA SCHENGEN YANG PERTAMA DIMASUKI
Isi DETAIL AKOMODASI DI NEGARA PERTAMA: NAMA HOTEL, TELEPON HOTEL, E-MAIL HOTEL
Isi ALAMAT AKOMODASI: KODE POS HOTEL, NOMOR RUMAH HOTEL, NAMA JALAN HOTEL, KOTA HOTEL
Pastikan data benar, klik NEXT
APAKAH AKAN BERKUNJUNG KE NEGARA SCHENGEN LAINNYA? (yes/no)
Jika YA, isi NEGARA KUNJUNGAN SELANJUTNYA
Isi APAKAH PERNAH DIUNDANG KE NEGARA TERSEBUT?
Isi DETAIL AKOMODASI di NEGARA TEREBUT
Isi DETAIL AKOMODASI di NEGARA TEREBUT
APAKAH AKAN BERKUNJUNG KE NEGARA SCHENGEN LAINNYA? (yes/no)
Isi DETAIL BIAYA. Apakah trip ini dibiayai sendiri (only me), dibiayai sebagian sendiri dan orang lain, atau fully-sponsored. Isi juga bukti keuangan yang ada (CASH, CREDIT CARD, dll)
PERNAHKAH MENDAPAT VISA SCHENGEN 3 TAHUN SEBELUMNYA (yes/no)
PERNAHKAH SIDIK JARIMU DIREKAM UNTUK SCHENGEN VISA? (yes/no)
SUMMARY, cek kembali data yang sudah diisi
Jika data yang diisi sudah benar, klik NEXT
Klik DOWNLOAD APPLICATION, untuk men-download FORM yang tadi telah diisi untuk di-PRINT

PANDUAN MEMBUAT APPOINTMENT VISA SCHENGEN

Setelah mengisi form aplikasi visa, buat appointment untuk pengajuan visa di link ini: https://www.vfsglobal.com/Netherlands/Indonesia/Bahasa/Schedule-an-Appointment.html

Pilih lokasi VFS yang akan dituju Jakarta/Surabaya/Bali.
Masukkan EMAIL dan PASSWORD. Klik NEW USER, jika pertama kali membuat
Masukkan DATA UNTUK REGISTRASI NEW USER
Jika sudah registrasi, silakan LOGIN DENGAN EMAIL DAN PASSWORD yang telah dibuat sebelumnya
Masukkan NEGARA PENGAJUAN VISA (misal: Netherlands), NEGARA TINGGAL (Indonesia), LOKASI AGENT (Jakarta/Surabaya/Bali), dan TUJUAN TRAVEL (Tourist)
Pilih TANGGAL dan JAM APPOINTMENT yang TERSEDIA
Masukkan DATA APLIKAN. Dalam 1 appointment bisa untuk lebih dari satu orang aplikan. Jika sudah, KLIK CONTINUE
Akan muncul jumlah VFS Service Charge-nya. Pernah dengar cerita ada yang diminta langsung membayar online saat itu juga, tapi waktu itu saya tidak. Pembayaran dilakukan nanti di VFS. Klik CONTINUE.
Klik APPOINTMENT LETTER untuk men-download form appointment untuk di-print. Catat juga Reference Number untuk jaga-jaga. File PDF juga akan dikirim via e-mail.

Jika sudah menyiapkan semua dokumen, datanglah sesuai jadwal appointment. Jangan telat. Usahakan sudah tiba minimal 15 menit sebelum jadwal.

VFS Global Jakarta di Kuningan City
Dokumen yang kusiapkan. Udah kayak skripsi tebalnya! I hope someday visa applications can be available online so it will reduce paper waste.

Akan ada check X-Ray sebelum masuk, jadi usahakan tidak membawa banyak barang. Laptop harus dititip.

Setelah mendapat nomor antrian, pergilah menuju area tunggu bagian Visa Netherlands. Akan dipanggil untuk cek dokumen. Usahakan tidak ada dokumen yang kurang.

Kemarin kami sempat ada dokumen yang kurang, fotocopy paspor kurang di bagian yang endorsement. Duh! Untungnya staff-nya baik banget, kami boleh keluar sebentar untuk fotokopi. Enaknya di VFS Jakarta ini ada tempat fotokopi dan pas foto, bahkan asuransi dari Futuready. Tapi tetap aku menyarankan dokumen sudah ready dari rumah. Kemarin saat mau fotokopi, antriannya panjang. Ada rombongan 10 orang lebih yang fotokopi seluruh paspor, hadeh! Padahal mas jaga fotokopi cuma satu. Untungnya customer-nya sempat keluar bentar, terus kami minta ‘nyelip’ fotokopi yang kurang dan boleh. Kalo nungguin yang rombongan itu entah kapan selesainya.

Setelah mengumpulkan dokumen yang kurang, kami diminta kembali menunggu untuk biometrik. Biometrik ini adalah proses pengambilan sidik jari. Setelah nama dipanggil, masuk ke ruangan biometrik untuk record sidik jari. Setelah itu, tunggu lagi hingga dipanggil untuk pembayaran.

Fee Visa Schengen Rp 930.000,- + VFS Service Charge Rp 240.000,- = Rp 1.170.000,- per orang. Pembayaran dengan cash.

Untuk harga dan added service lainnya bisa dilihat foto di atas

Menurut petugasnya, proses visa akan memakan waktu 15 hari kerja. Setelah mendapat bukti bayar, kami pun pulang.

Sorenya, kami dapat e-mail kalau apliaksi kami sudah dikirim ke Dutch Regional Support Office Asia. Ini lokasinya di Malaysia, CMIIW. Jadi jangan heran kalo prosesnya suka lama, karena dikirim ke luar negeri dulu.

E-mail notifikasi dari VFS

Aku sudah membulatkan 15 hari kerja di kalender. Surprisingly, 3 hari kemudian sudah dapat e-mail kalau paspor sudah bisa diambil. Cepat banget! Tapi dinotifikasi ini belum ketahuan approve atau enggaknya. Masih deg-degan deh.

Siang itu juga aku langsung menuju Kuningan City untuk ambil paspor membawa kertas bukti pembayaran. Paspornya dibungkus di kantung merah tersegel.

TADAAA!

Jangan lupa mengecek tanggal dan data di visa. Pastikan sesuai, tidak ada ejaan yang salah, tanggal cocok dengan rencana trip.

Pulangnya ada e-mail notifikasi lagi dari VFS bahwa paspor sudah diambil. Oke dan puas sih dengan service dari VFS. Dan tentunya senang 3 hari langsung jadi. Deg-degan nggak perlu lama-lama!

Semoga infomrasi ini berguna untuk siapapun yang merencanakan ke Eropa! Ciao!

6 Comments

  1. Flora Sianipar
    December 3, 2019 / 2:39 am

    So helpful! Thanks Jen

    • anandary
      Author
      December 3, 2019 / 4:28 am

      You’re very welcome!

  2. Pugar Harini
    December 3, 2019 / 3:24 am

    Ya ampun Anandary, effort mu pasti sangat luar biasa deh waktu nulis tulisan ini. Ini sih definitely bermanfaat bagi yang mau buat visa Schengen. Sehat terus ya Anandary jiwa, raga dan dompetnya, supaya bisa terus jalan-jalan dan memberikan manfaat kepada yang lain 🙂

    • anandary
      Author
      December 3, 2019 / 4:32 am

      Huahaha iya banget aku nulis ini 2 hari baru kelar! Soalnya memang perintilannya banyak dan pengen bikin yang lengkap biar yang baca nggak bingung. Thank you so much doanya, Pugar! Kamu juga semoga sehat terus dan dilimpahkan rejekinyaaa!

  3. Flora
    December 11, 2019 / 7:35 am

    Halo Je,
    Sebelumnya mau appreciate karena tulisan di blog mu selalu bermanfaat. Meskipun aku baca ga langsung pergi kesana kesitu sih, but at least jadi tau sedikit banyak tentang traveling. Oh ya, mau tanya, kan di form aplikasi visa itu kamu menyebutkan tujuan negara nya ONLY Netherland & France (sesuai itinerary yang kamu buat), sementara pada akhirnya kamu ke negara-negara lain, itu gapapa ya ngga di masukin sebelumnya?

    Thanks, Je.

    • anandary
      Author
      December 11, 2019 / 4:52 pm

      Nggak apa-apa, nanti setelah di-approve boleh rubah itinerary. But keep in mind, jangan keterlaluan juga. Misal: jangan sampai apply di kedutaan Belanda tapi nantinya nggak ke Belanda sama sekali. Harus bisa tanggung jawab kalo nanti di imigrasi sana ditanyakan. Aku memang merubah itinerary, tapi pulang-pergi tetap dari Belanda dan real time-nya di Belanda 3 hari juga, hampir sama dengan Perancis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected!