79   1066
28   1322
49   1069
79   1316
60   1243
21   541
5   629
14   945
44   1261
39   1198

Europe Trip Part 2: Amsterdam & Brussels (+ Itinerary & Budget)

Hari yang ditunggu tiba juga. Our very first Euro Trip! 11 hari di Eropa. Dengan flight malam, kami langsung bertolak dari Jakarta menuju kota tujuan pertama: Amsterdam, Belanda.

Amsterdam, ready or not, here I come!

DAY 1

JAKARTA – ABU DHABI – AMSTERDAM BY ETIHAD AIRWAYS

Flight Jakarta ke Amsterdam (transit Abu Dhabi) kami di pukul 12 lewat 5 menit dini hari. Jam 9 malam kami sudah di airport bersiap untuk check in. Ternyata antriannya puanjang! Karena berbarengan dengan rombongan haji. Buru-buru kami online check in lewat handphone biar cuma drop off bagasi aja. Download app Etihad di tempat huahaha. Untungnya berhasil, kami pun keluar antrian reguler dan pindah ke antrian drop off baggage yang jauh lebih pendek antriannya.

Boarding pass sudah di tangan, mari menuju benua biru!

Meal Etihad Airways. Dapat meal 2 kali: 1 kali di Jakarta – Abu Dhabi, 1 kali di Abu Dhabi – Amsterdam. Mashed potato-nya enak banget!

INTERNETAN DI EROPA

Selama di Eropa, kami menggunakan travel wifi dari JavaMifi. Aku sudah pakai JavaMifi untuk trip India, Taiwan, Vietnam, Bangkok, sebelumnya. Jadi sudah percaya akan lancar selama di Eropa juga.

Modemnya bisa pick up di Terminal 3 Ultimate Soekarno Hatta sebelum flight.

Pick up travel wifi sebelum berangkat di JavaMifi booth

SCHIPHOL AIRPORT, AMSTERDAM

Setelah transit beberapa jam di Abu Dhabi, sampai juga di Schiphol Airport Amsterdam. Ternyata enak juga flight dini hari begitu, jadi lelap di pesawat. Setelah belasan jam duduk di pesawat, sampai di Amsterdam jam 2 siang.

Lewat imigrasi lancar aja. Cuma ditanya, “First time in Amsterdam? Where are you planning to go?”. Kami jawab dengan kota-kota tujuan kami, dan menyebut akan kembali pulang dari Amsterdam lagi. Petugas imigrasinya menjawab dengan sedikit bercanda, “So you save the best for last?”. Hehehe. Sempat tanya juga berapa banyak uang yang dibawa, aku menjawab, “Around € 1000.” Sebenarnya aku nggak bawa cash sebanyak itu sih, tapi memang segitu kisaran budget-ku untuk di Eropa, tapi semuanya dalam kartu ATM dan credit card. Jaman cashless begini kupikir juga sudah jarang orang tenteng uang cash. Malah nanti kena copet.

Paspor kami dicap, petugas pun berkata, “Welcome to Amsterdam. Enjoy your trip!” Petugasnya imigrasi Amsterdam ramah banget. Happy deh. Semoga ini pertanda Euro trip ini juga akan lancar dan aman sentosa.

Amsterdam Schiphol Airport

GETTING AROUND AMSTERDAM

Keluar dari arrival hall, kami langsung mencari kereta. Airport Schiphol punya stasiun kereta yang terhubung langsung ke kota. Hostel kami di Amsterdam ada di area Bijlmer. Tinggal cek Google Map saja rutenya dari airport untuk kesana, langsung terlihat rute dan jamnya.

Schiphol Railway Station

Kami membeli tiket kereta ‘ketengan’ alias single-trip saja. Jika punya rencana beberapa hari di Amsterdam dan akan banyak naik transportasi umum, bisa memilih opsi Amsterdam Travel Ticket.

Amsterdam Travel Ticket harganya bervariasi: 1-day (€ 17), 2-day (€ 22,50) dan 3-day (€ 28). Bisa digunakan untuk kereta, bus, tram, dan ferry. Tiket bisa dibeli di counter. Info lebih lanjut bisa cek di website-nya.

Mesin tiket kereta di Amsterdam

Tata cara membeli tiket single trip kereta disini kurang lebih sama dengan beli tiket kereta di negara maju lain pada umumnya: menggunakan mesin. Untuk pembayaran bisa menggunakan CC. Kebanyakan mesin tidak menerima cash. Aku sendiri bayar menggunakan kartu Jenius yang oranye itu. Fitur paywave-nya enak banget, jadi tinggal tap saja di mesin saat membayar. This is actually my very first time using Jenius card (I already had it for months though). Tapi belum sempet pakai. Oke banget ternyata untuk dipakai berpergian ke negara maju yang sudah support paywave.

The ticket!
Penampakan interior kereta
Amsterdam Bijlmer Arena Station

HOSTELLE (FEMALE ONLY)

Hari pertama di Amsterdam kami menginap di Hostelle, hostel khusus wanita di daerah Bijlmer. Kenapa memilih menginap disini? Selain harganya murah, review-nya cukup bagus. Terutama, lokasinya dekat sekali dengan halte Flixbus yang akan kami naiki esok hari ke Brussels. Bus kami ke Brussels pagi sekali, jadi sebisa mungkin cari hostel yang walking distance ke halte.

Bijlmer memang tidak terlalu dekat ke Centraale, tapi areanya lengkap sekali. Dari hostel, hanya beberapa meter sudah ada Lidl (supermarket Eropa), McDonalds, Starbucks, bahkan H&M.

Amsterdam Bijlmer ArenA train station
Common area Hostelle
The hostel room. Comfy!
Bathroom
Kitchen
You can use all the appliances here

DAMRAK, AMSTERDAM CENTRAALE

Setelah check in dan meletakkan tas di hostel, kami menuju Amsterdam. Centraale dengan kereta. This is the heart of Amsterdam. Berderet toko dan kafe. Bangunan dempet-dempet khas Amsterdam ya ada disini. Sayang cuaca hari itu lagi mendung-mendungnya. Dingin banget pula.

DE WALLEN (RED LIGHT DISTRICT)

Salah satu spot terpopuler di Amsterdam, dan yang paling bikin aku kepo juga. Siap-siap melihat wanita terpajang di jendela dan jajaran sex shop di area ini. Disini tidak boleh foto ya. Dengar-dengar jika nekat foto, kameramu bisa saja diambil dan dirusak di tempat. Please respect the workers there too.

Biarpun judulnya distrik prostitusi, tapi disini aman banget. Banyak polisi patroli berjaga-jaga. Tapi ternyata De Wallen nggak seheboh yang kubayangkan sih. Nggak sebanyak itu wanita yang dipajang di jendela, cuma ketemu 1-2 toko. Itu pun paling yang di area gang saja. Kalo di jalanan besar tidak ada. Cenderung lengang.

Jajaran sex shop beserta bar.
Area sekitar De Wallen. Adem ayem aja kan?
Jangan lupa jajan frites. Kentang goreng dengan topping keju. €4.75 (sekitar Rp 76.000,-)

Kentang gorengnya oke aja sih. Di Indonesia banyak kentang goreng yang lebih enak. Tapi kejunya istimewa, tipe yang jarang ada di Indonesia.

Mampir coffee shop untuk ngopi karena sudah kedinginan jalan di luar. Tergoda papan promo di luar, kopinya €2 aja.
Strolling around Amsterdam at night is lovely
Rijksmuseum at night

Setelah puas jalan-jalan kami pun naik kereta kembali ke hostel.

DAY 2

AMSTERDAM TO BRUSSELS BY FLIXBUS

Hari kedua kami bersiap check out karena akan menju destinasi selanjutnya yakni Brussels, Belgia.

Untuk ke Belgia, aku menggunakan bus Flixbus. Aku beli tiket Interflix seharga €99 untuk 5 trip. Lengkapnya bisa baca di Europe Trip Part 1.

Sarapan mie cup dulu di hostel.

Sebelumnya jangan lupa download app Flixbus. Dari app bisa terlihat bus sudah sampai dimana, map lokasi halte, dan juga QR Code yang akan di-scan. Siapkan paspor juga karena akan dicek.

Bus datang on time sekali, tepat pukul 08.40.

Haltenya mungil hanya kayak halte bus biasa. Jadi jangan telat dan usahakan datang 15 menit sebelumnya.
Bus-nya tingkat. Kami pilih kursi paling depan atas.

BRUSSELS, BELGIUM

Setelah perjalanan sekitar 3 jam, sampai juga di Brussels, Belgia! Di negara ini hitungannya hanya transit beberapa jam sih, karena sore nanti kami sudah kudu naik bus ke Paris.

Rute Flixbus sengaja kami pilih turun di Heysel karena kami mau ke Atomium. Dari halte turun bus di Heysel, ternyata Atomium-nya masih lumayan jauh. Kami bawa ransel gede-gede, waktu mepet pula. Akhirnya naik kereta cuma 1 stop saja.

Naik Metro di Brussels kurang lebih sama dengan di negara lain. Beli single trip di mesin, bayar pakai kartu. Rata-rata sudah tidak terima cash. Rute cek di Google map.

Ticket machine in Brussels Metro

ATOMIUM

Welcome to Atomium!

Atomium adalah landmark kota Brussels. Dibangun dalam rangka Brussels World Expo 1958. Sekarang jadi museum, di dalamnya ada restoran juga dengan view panorama kota Brussels. Untuk kesini turun di Heysel Station dan tinggal jalan kaki beberapa meter.

BRUSSELS NORD STATION

Dari Heysel station kami hendak ke Brussels Nord Station. Flixbus kami ke Paris akan berangkat dari sana. Sekalian mau titip ransel di loker stasiun.

Apesnya, mesin tiket di Heysel Metro station rusak! Bayar pake kartu gagal mulu. Nggak cuma kami, tapi calon penumpang lain juga. Akhirnya kami naik bus dari stasiun yang sama. €2.5 per orang, dibayar dengan cash. Perjalanan sekitar 45 menit.

Setelah sampai di Brussels Nord Station, baru menyaksikan sendiri omongan orang kalau di Eropa sekarang banyak beggar dan imigrannya. Beberapa kali ketemu beggar dan homeless di stasiun ini. Di Amsterdam kemarin malah nggak ketemu. Sempat melihat juga orang masuk Metro tanpa bayar (masuk paksa). Dan nggak ada security juga yang berjaga. Impresi kami akan Brussels jadi kurang bagus.

Bus dari Heysel ke Brussels Nord
Brussels Nord

Kami langsung cari loker untuk titip ransel. Lokasinya di dalam stasiun. Apesnya, pintu lokernya nggak mau mengunci! Sudah coba berkali-kali, baca instruksi berulang-ulang, gagal terus. Nggak ada petugas juga di sekitar yang bisa diinta tolong.

Loker di Brussels Nord Station

Akhirnya, muncul 2 cewe (turis juga nampaknya, bicaranya sih Spanish), yang sama-sama mau pakai loker. Mereka juga kelihatan bingung. Kami sempat sama-sama curhat soal nggak bisa pakai lokernya. Eh, tiba-tiba mereka berhasil!

Ternyata setelah dicek, memang loker yang kami pakai rusak. Pindahlah kami ke loker lain dan akhirnya bisa dong. Sial, buang waktu 30 menit ngurusin loker!

FYI, loker ini hanya bisa di-lock dan bayar dengan koin. Nanti akan keluar kertas. Kertas ini yang nanti di-scan untuk membuka lokernya nanti.

Dari sini, kami beli tiket kereta menuju Grand Place.

Metro to Grand Palace

GRAND PLACE

Turun dari Beurs Station, kami jalan kaki ke Grand Place. Grand Place is the heart of Brussels. Termasuk UNESCO World Heritage Site lho, dan dianggap salah satu landmark terpopuler di Brussels.

Grand Place, Brussels

Grand Place sangat cantik walau juga sangat touristy. Kalau suka keramaian, bisa main ke daerah sini. Berjejer toko dan resto juga. Mumpung di Belgia jangan lupa cobain waffle!

Karena waktu yang mepet, kami nggak kesampaian ke tempat lain lagi. Kami pun balik menuju Brussels Nord.

BRUSSELS TO PARIS BY FLIXBUS

Tepat di luar stasiun Brussels Nord, di bagian kiri, berjejer bus Flixbus. Bisa cek Google Map atau Flixbus app kalau bingung bus stop-nya di sebelah mana.

Saat menunggu, lebih baik cari petugas dan tunjukkan tiket untuk bertanya yang mana bus kita. Karena tidak ada signage-nya. Rata-rata petugas Flixbus bisa berbahasa Inggris kok. Mereka pakai jaket warna hijau terang khas Flixbus.

Flixbus @ Brussels Nord

Prosesnya kurang lebih sama seperti saat naik bus Flixbus Amsterdam-Brussels. Tunjukkan tiket di app dan paspor, untuk di-scan QR code-nya.

Saat beli tiket Flixbus sebenarnya tiap penumpang diberi nomor seat. Tapi kadang seat-nya tidak tepat. Kadang sudah dapat nomor 26A misalnya, tapi nomor kursi hanya sampai 15! Lha! Kalau kasusnya begitu, bisa duduk bebas saja. Sambil berharap tidak ada yang mengusir kita suruh pindah. Kecuali memang kalian sudah reserved seat (berbayar) dari awal.

Inside Flixbus

Kali ini bus-nya tidak tingkat. Ada wifi (yang berfungsi baik), ada colokan USB untuk charge juga. Ada toilet juga, tapi nggak sempat cobain.

We’re ready for 4 hours journey to Paris!

DAY 11

ZAANDAM

Lho kok langsung Day 11?! Ya, karena di hari 11 Euro Trip aku balik lagi ke Amsterdam karena flight ke Jakarta dari sana. Dan aku ingin merangkum aja semua tentang Amsterdam di post ini. Semoga nggak aneh atau membingungkan ya 🙂

Hari terakhir di Eropa dan kuhabiskan di Zaandam, sebuah kota sekitar 30 menit naik kereta dari Amsterdam. Tujuan utamanya mau ke Zaanse Schans dan Volendam.

EASYHOTEL ZAANDAM

Kami menginap di EasyHotel Zaandam. Zaandam ini lokasinya agak di pinggir kota Amsterdam. Menginap disini alasannya supaya lebih dekat ke tujuan. Dan karena waktu browsing penginapan di Amsterdam untuk tanggal segitu muahallll semua dan hostel full-booked semua, hadeh.

Tapi Easy Hotel ini strategis sekali, cuma beberapa meter dari stasun. Posisinya persis di seberang Inntel Hotel zaandam yang ikonik itu. Pernah lihat bangunan ini?

View this post on Instagram

⁣⁣One of the most unique hotel buildings I’ve seen! 30 minutes by Sprinter from Amsterdam Centraale. ⁣⁣ Sebelum bisa senang-senang di Europe, berdeg-degan dahulu apply visa 🇪🇺. Visa Schengen adalah visa sakti, dimana dengan selembar visa kamu bisa masuk ke 26 negara Eropa yang termasuk anggota Schengen. Termasuk negara Belanda, negara dimana aku memulai Euro Trip.⁣⁣ ⁣⁣ Will write more about how to apply Schengen visa on my blog. Tapi secara singkat, berikut persyaratan tourist visa Schengen via Belanda:⁣⁣ ⁣⁣ ▫️Form Visa⁣⁣ ▫️Form Appointment Visa⁣⁣ ▫️Paspor & fotokopi⁣⁣ ▫️Surat keterangan kerja⁣⁣ ▫️Rekening koran⁣⁣ ▫️Surat referensi bank⁣⁣ ▫️KTP, KK, Akte Lahir⁣⁣ ▫️Tiket pesawat PP⁣⁣ ▫️Bukti reservasi hotel⁣⁣ ▫️Itinerary⁣⁣ ▫️Asuransi⁣⁣ ▫️Statement Letter (if needed)⁣⁣ ⁣⁣ Jujur, visa dengan persyaratan paling repot yang pernah ku-apply. Paling mahal yang pernah kubayar juga kayaknya. Tapi bisa masuk 26 negara! Dihitung-hitung nggak mahal jadinya, malah worth it banget. Saat aku pindah-pindah negara Schengen baik jalur darat maupun udara, visa sudah nggak diperiksa imigrasi lagi.⁣⁣ ⁣⁣ Oh, dan yang paling bikin hepi tentang visa Schengen-ku: 3 hari langsung jadi! 😄⁣⁣ ⁣⁣ #AnandaryAmsterdam⁣⁣ #AnandaryNetherlands⁣⁣ #AnandaryEurope

A post shared by Jennifer • Travel Blogger (@j_anandary) on

EasyHotel Zaandam terhitung budget hotel namun oke fasilitasnya. Kalau malam area Zaandam lumayan sepi. Tokonya kebanyakan sudah tutup jam 7-8 malam.

EASYHOTEL AMSTERDAM ZAANDAM
THE ROOM
EasyHotel Zaandam lobby
Tersedia locker di bagian belakang untuk titip barang, €5 per loker

ZAANDAM TO ZAANSE SCHANS

Dari EasyHotel Zaandam, kami menuju Zaanse Schans dengan bus. Ternyata meski EasyHotel nggak terlalu jauh, tapi nggak ada transportasi yang bisa langsung ke Zaanse Schans. Naik bus pun harus ganti satu kali.

Jujur kami bingung bayar bus di Amsterdam gimana. Jadi kami langsung aja ke halte (tidak jauh dari hotel), naik bus, dan tanya supir. Untungnya supir bus saat itu lancar sekali bahasa Inggrisnya. Setelah bertanya rute kami (yaitu Zaandam – Zaanse Schans – Amsterdam Centraale), dia menyarankan beli Zaanstreek Dayticket. Tiket ini bisa digunakan untuk unlimited trip Connexxion Bus di region Zaanstreek. Lebih murah dibanding beli ketengan katanya jika menilik rute kami. Akhirnya kami beli dayticket tersebut. Pembayaran di bus hanya bisa dengan kartu ya, tidak bisa cash.

Tiketnya. Jangan hilang, ditunjukkan ke supir saat akan naik bus

ZAANSE SCHANS

Setelah hampir 2 minggu melihat pemandangan kota, Zaanse Schans was such a breath of fresh air! Akhirnya lihat suasana desa dan hehijauan huhu. Kalau ingin lihat windmill atau kincir angin tidak jauh dari Amsterdam, Zaanse Schans bisa jadi pilihan.

Zaanse Schans ini tempat wisata terkenal akan kincir anginnya. Disini juga banyak rumah-rumah yang isinya bisa kamu kunjungi. Ada yang berisi cheese shop, souvenir shop, wooden shoe shop, dan lain-lain. Masuk Zaanse Schans ini GRATIS! Bayar kalo mau masuk museum-nya saja.

Zaanse Schans ini hitungannya touristy banget sih tapi bagiku sangat menyenangkan. Cuacanya juga sedang cerah-cerahnya.

Scenery in Zaanse Schans
Ada farm animals juga
Windmill visit is a must in Netherlands
Cheese shop
Antri merubungi booth cheese tasting
Berbagai macam jenis cheese! Bisa jadi ide oleh-oleh, tapi berat banget euy.
Wooden shoe museum
Menjual berbagai wooden shoes juga. Harganya variatif tergantung ukuran
Berbagai oleh-oleh gemas! Harganya juga masuk akal walau di area turis
Zaans Museum
Menunggu bus ke Amsterdam

Bus stop ada tepat depan Zaanse Schans, kami menunggu bus yang sama membawa kami tadi. Kali ini arahnya Amsterdam Centraale. Bus tadi memang rutenya loop Amsterdam Centraale-Zaanse Schans. Tidak beli tiket lagi, cukup menunjukkan dayticket tadi.

ITINERARY & BUDGET DAY 1, 2 IN AMSTERDAM & BRUSSELS

P.S. :

  1. Perhitungan di atas untuk 2 orang (2 pax)
  2. EUR adalah hitungan dalam Euro, dan IDR untuk perkiraan dalam Rupiah (dengan asumsi 1 Euro = Rp 16.000,-)
  3. Trip di atas dilakukan pada bulan November 2019

See you in the next episode, Euro Trip Part 3: Paris!

10 Comments

  1. December 20, 2019 / 6:20 am

    tiap kali lihat foto suasana bandara di tempat yg ngak pernah saya kunjungi, rasanya deg2an. berasa banget gak sabar eksplor tempat tujuan kita.

    • Jennifer Anandary December 20, 2019 / 9:50 am

      Unik ya ngerasa gitu kalo lihat airport asing huahaha. Memang nginjak airport yang belum pernah didatangi itu magical rasanya.

  2. January 3, 2020 / 10:23 am

    Wah, petugas imigrasi yang ramah memang menyenangkan ya, jadi lebih excited untuk melakukan perjalanan. Apalagi ini kasusnya di negara Eropa yang stigma-nya pada jutek. Surprised juga ternyata di Brussels kamu melihat ketidaktertiban dan beggar, padahal kan Brussels nggak sebesar Paris atau yang lainnya.

    Yang langsung Day 11, bingung sih enggak Jen, tapi itu jadi merusak feel, karena kamu dari awal udah membawakan secara narasi kronologis 🙂

    • Jennifer Anandary January 8, 2020 / 11:33 am

      Ah yes, I get our point, Tapi aku nggak mau mencar-mencar si Amsterdam di beberapa post. Biar yang google Amsterdam itinerary langsung ketemu semuanya di post ini aja 😀

  3. Melin
    January 30, 2020 / 8:35 am

    tempat titipan koper itu biasanya maksimum bisa untuk ukuran brp ya ? dan apakah selalu ada di setiap station?
    halte flixbus ini selalu dekat dengan station gak ya? thanks

    • Jennifer Anandary January 30, 2020 / 1:37 pm

      Penitipan koper biasanya cuma ada di stasiun terbesar saja. Ukurannya beda-beda tiap stasiun. Flixbus bus stops ada beberapa tiap kota, pilih yang terdekat ke stasiun aja. Buka google map sebelum booking.

  4. maria
    February 20, 2020 / 4:56 pm

    aku rencananya akan tiba di terminal flixbus north pukul 4pagi ,,, kekira aman ga ya? searching2 belum ada yang nulis ttg itu nih

    • Jennifer Anandary February 20, 2020 / 5:29 pm

      Kurang tahu karena nggak pernah. Lebih jangan sih. Kalaupun terpaksa, jangan sendirian.

  5. Nuna
    July 20, 2020 / 6:17 am

    Hai Kak, mau tanya pembayaran bus bagian Zaandam ke Zaanse dengan kartu. Kartu yg dimaksud namanya apa dan dapatnya dimana ya? Kartu atm atau kartu yg beli di klook khusus buat naik transportasi umum seperti suicca kl versi asia nya? Maaf aku kurang paham

    • Jennifer Anandary July 20, 2020 / 10:56 pm

      Maksudnya kartu kredit ya. Or kartu pembayaran lain yang support, misalnya Jenius, dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected!