79   1066
28   1322
49   1069
79   1316
60   1243
21   541
5   629
14   945
44   1261
39   1198

Myanmar Part 3: Mandalay (+ Itinerary & Budget)

Selamat datang di kota Mandalay, kota kecil yang sibuk. Mandalay jadi kota ketiga yang ku kunjungi di Myanmar. Mandalay jadi kota yang wajib didatangi di Myanmar karena punya temple indah seperti Mya Thein Tan Pagoda, dan masih banyak lagi!

Setelah mengunjungi Yangon kemudian Bagan, saatnya untuk mengeksplor Mandalay. Mandalay adalah sebuah kota di bagian tengah Myanmar. Suasananya lebih metropolitan dibanding Bagan, tapi tidak seramai Yangon.

Ready to explore the gorgeous temples of Mandalay?

DAY 5

BAGAN TO MANDALAY BY JJ EXPRESS BUS

Dari Bagan menuju Mandalay, kami menggunakan bus JJ Express. Lengkapnya bisa dibaca di Myanmar Trip Part 2: Bagan.

Bus turun di terminal Kywesekan Bus Station. Turun dari sini lumayan chaos, karena langsung dikerubungi supir taksi, supir tuktuk, yang menawarkan diri.

Di Mandalay tersedia Grab. Ada GrabTaxi, GrabBike, maupun GrabThoneBane (tuktuk). Jika mau naik ini dari bus station, kayak di Indonesia aja, lebih baik jalan agak menjauh dulu dari terminal ya. Baru order Grab-nya.

Aku order GrabThonBane, lumayan bisa buat berdua dan agak lebih murah dibanding GrabTaxi.

Perdana naik Grab tuktuk di Myanmar

79 LIVING HOTEL MANDALAY

Mencari hotel di Mandalay itu cukup menyenangkan. Karena murah-murah!

Kebanyakan hotelnya memang bukan yang mewah dan modern. Tapi bersih dan strategis, menurutku sudah cukup. Aku menginap di 79 Living Hotel. Saat aku menginap, per malam hanya Rp 250.000,- sudah termasuk breakfast. Fasilitas kamarnya cukup lengkap. Ada AC, TV, hair dryer, kulkas, dan air panas di kamar mandi. Dari resepsionis, bisa dibantu untuk rental motor. Lokasinya juga strategis, agak ke utara Mandalay. Dekat dengan supermarket maupun restoran.

Breakfast-nya menurutku oke dan lengkap menunya untuk harga semurah itu. Ada nasi, lauk, sayur, bubur, sup, toast, dan sereal.

79 Living Hotel Room

DAY 6

HOW TO GET AROUND MANDALAY

Di Mandalay, kendaraan umum masih kurang ramah untuk turis asing. Pilihan paling mudah adalah naik Grab. Kalau mau lebih leluasa lagi, bisa sewa mobil atau motor. Aku sendiri pilih sewa motor.

Rental motor di Myanmar kurang lebih sama seperti sewa motor di negara ASEAN lain. Tidak diminta SIM internasional.

Di Myanmar, setirnya setir kanan. Jadi butuh penyesuaian dulu buat yang biasa setir kiri di Indonesia. Di Mandalay, jalanannya cukup ramai tapi pengendaranya ugal-ugalan dan nggak pakai helm! Harus ekstra hati-hati.

Sempat isi bensin juga di Mandalay. Tiap motor biasanya ada keterangan angkanya, berarti harus diisi bensin angka tersebut. Sepertinya sih nomor oktan ya.

Rental motor di Mandalay dan harganya
Isi bensin di Mandalay

SAGAING AREA

Hari pertama eksplor Mandalay, kami ke area yang terjauh dulu yaitu Sagaing. Naik motor kesini lumayan jauh, sekitar 45 menit sampai 1 jam. Ketika sudah bukan di tengah kota, areanya berdebu sekali. Jangan lupa sedia masker jika naik motor.

Setelah 1 jam berkendara, masuk area Sagaing kami disambut dengan pemandangan jembatan dengan latar yang indah. Perbukitan dengan banyak pagoda-pagoda tersebar di atasnya. Suasananya kayak di Hong Kong atau di China, jembatannya megah dan besar.

Jembatan menuju Sagaing

Dari jauh terlihat pagoda-pagoda warna putih
Masuk ke area Sagaing, mulai banyak biksu

SITAGU INTERNATIONAL BUDDHIST ACADEMY

Di Sitagu, ada sebuah akademi Buddhist yang cantik sekali temple-nya. Penuh warna, namanya Sitagu International Buddhist Academy. Tempat ini masih belum terlalu populer di antara turis, saat aku kesini kosong sekali. Cuma ada 2-3 pengunjung lain. Masuknya gratis.

Entrance
Salah satu temple favoritku di Mandalay
Ada foto biksu disana saat berkunjung di Candi Mendut!
Ada foto candi di Bali juga

U MIN THONZE PAGODA

Tidak jauh dari Sitagu Academy, ada pagoda cantik lain yaitu U Min Thonze Pagoda.

Pagoda ini ukurannya lebih kecil, tapi cantik juga dengan warna birunya. Lokasinya di atas bukit, sehingga memiliki pemandangan dari atas kota Mandalay.

U Min Thonze entrance
U Min Thonze Pagoda
Intricate details with blue-gold combo
Bagian dalamnya tidak kalah colorful
Di arah pintu keluar banyak toko souvenir

DAY 7

TO MINGUN AREA

Hari ke-7, kami akan explore Mingun area. Untuk ke Mingun dari tengah kota Mandalay, harus menyeberangi sungai dengan ferry dari Mingun Jetty. Dari hotel kami, ke Mingun Jetty hanya sekitar 10 menit dengan motor.

Keberangkatan dari Mingun Jetty di jam 9 pagi. Dari hasil aku browsing, keberangkatan hanya ada jam segitu. Jadi jangan sampai terlambat. Tiketnya 10.000 Kyat per orang PP.

Perjalanan di ferry sekitar 45 menit. Nyebelinnya, berangkatnya nggak on time. Baru berangkat sekitar pukul 09.45-an. Padahal boat pulang jam 1 siang, bikin waktu eksplornya jadi lebih mepet.

Mingun Jetty
Loket tiket ferry di Mingun Jetty
Antrian tiket
Tiketnya 10.000 Kyat per orang, sudah pulang-pergi
Antri masuk ferry

Setelah mendarat, perlu berjalan kaki dulu sekitar 800 meter ke pagoda-pagoda yang ada. Bisa naik tuktuk juga kalau malas jalan.

Di tengah jalan akan ada loket tiket masuk area Mingun. Biayanya 5000 Kyat per orang. Dari loket ini, untuk ke temple tujuan hanya berjalan kaki saja dekat sekali kok. Setelah bayar ini, masuk ke temple nya gratis.

Banyak toko souvenir di kanan kiri. Lukisannya cantik ya!
Elephant statue from the back

MYA THEIN TAN (HSINBYUME) PAGODA

Arguably the most beautiful temple in Myanmar. Sekilas mengingatkan akan White Temple Chiang Rai di Thailand karena serba putih, tapi dari bentuknya jelas berbeda sekali.

Hsinbyume Pagoda

Namanya Mya Thein Than Pagoda atau juga dikenal dengan nama Hsinbyume Pagoda. Nggak boleh dilewatkan kalau kamu ke Mandalay.

Karena aku kesana bareng turis lain dengan boat, jadi cukup ramai. Harus agak sabar kalau mau foto tanpa ‘bocor’. Kalau naik kendaraan pribadi kesini, mungkin sekitar jam 9 pagi bakal lebih leluasa kalau mau foto-foto dan eksplor.

Di Hsinbyume Pagoda ini aku juga menemukan praktek ‘calo’ foto. Apa tuh? Warga lokal yang bakal menawarkan diri untuk bantuin kamu cari spot bagus dan fotoin kamu disitu. Buat yang bingung cari spot atau solo traveler, jasa ini membantu banget ya. Tapi pada prakteknya, lumayan nyebelin sih buat orang lain. Biasanya ‘calo’ foto ini berkelompok, dan biasanya ‘menguasai’ satu spot yang bagus. Kamu kudu ngantre lama deh nungguin mereka selesai foto. Dan kadang diselak juga antrianmu! Kesel kan? Apalagi saat aku datang kemarin lagi jam ramai turis.

Btw, praktek ‘calo’ foto gini sebenarnya sering juga ku lihat di beberapa tempat wisata Indonesia. Dan biasanya galak-galak juga untuk ngusirin turis lain yang biar nggak ‘bocor’ foto klien mereka.

View this post on Instagram

Di temple #Mandalay #Myanmar ternyata banyak joki foto! Apaan tuh? 📷🧐⁣ ⁣ Joki foto yang dimaksud disini adalah warga lokal yang nyamperin turis dan nawarin untuk bantu foto. Tentunya bantu cariin angle yang bagus juga. Mereka biasanya sambil nunjukin contoh foto hasil jepretan mereka di hp-nya. Kebayakan remaja dan abege gitu, jadi lumayan kekinian sih pilihan spotnya. Kalo kamu mau, ya kamu akan difotoin oleh mereka. Dengan fee tentunya. 💰 💸⁣ ⁣ Sebetulnya ini ide kreatif sih dan 0 modal ya kan? Tapi pada prakteknya lumayan ngeselin. Satu spot tempat foto ini, ‘dikuasai’ sama mereka untuk mungkin motoin belasan turis. Kalo mau gantian, mesti nungguin mereka selesai, 30 menit mungkin ada. Tergantung panjang antrian ‘klien’ mereka. Akhirnya aku foto di tempat lain dulu, baru balik kesini. Itu juga diburu-buru karena mereka mau foto lagi.⁣ ⁣ Dan kalo kita berdiri di tempat dia foto, alias kita ‘ngebocorin’ foto mereka, mereka akan teriak, “Excuse me! Excuse me!!!” dengan nyaring. Buat ‘klien’ mereka sih, oke ya servisnya. Fotonya ngga bocor. Buat orang lain (baca: saya!), kesel sih diteriakin gitu! 😤⁣ ⁣ Now that’s the story behind this photo. Cuma sekali ini aja sih cerita kesel di Myanmar. Karena sepanjang trip aku interaksi sama orang Myanmar baik-baik semua 😄🇲🇲⁣ ⁣ Ada yang pernah ke Hsinbyume Pagoda ini dan mengalami hal yang sama? Atau ada yang pernah lihat praktek joki foto gini juga di Indonesia?⁣ ⁣ #AnandaryMyanmar⁣ #AnandaryMandalay⁣ #HsinbyumePagoda⁣ #MyaTheinTanPagoda #presetsbyanandary

A post shared by Jennifer • Travel Blogger (@j_anandary) on

Banyak kios souvenir di depan Hsinbyume Pagoda

PATHODAWGYI PAGODA

Salah satu temple terunik yang pernah ku datangi, Pathodawgyi Pagoda. Soalnya ini temple yang belum jadi hehehe. Bongkahan batu dengan beberapa pintu di kanan kirinya.

Dari Pathodawgyi Pagoda, kami jalan kaki lagi ke tempat ferry untuk bergegas kembali ke Mingun Jetty. Di jadwal boat berangkat pukul 13.00. Tapi lagi-lagi ngaret, baru berangkat sekitar jam 13.45.

MANDALAY HILL

Setelah eksplor area Mingun, kami menuju ke Mandalay Hill. Lokasinya menanjak di bukit. Beberapa orang memilih untuk naik tangga ke atas, tapi dijamin capek banget. Kalo mau sekalian olahraga boleh lah, tapi pilihan lainnya adalah naik mobil atau motor pribadi.

Menurutku ini salah satu must visit spot di Mandalay. Mandalay Hill sangat cantik dengan ornamen mozaik menyelimuti permukaan bangunan.

Naik eskalator dulu untuk ke atas
Pemandangan dari Mandalay Hills

GROCERY SHOPPING @ AEON SUPERMARKET

Di dekat hotel ada supermarket AEON. Kami rajin belanja snack dan makanan disana. Beberapa kali nemu produk Indonesia juga.

Mie Sedaap Supreme
Snack Better. Ada Raditya Dika-nya segala

DAY 8

BUS TO AIRPORT

Airport internasional Mandalay lokasinya cukup jauh. Naik Grabcar dari hotel sekitar 25.000 Kyat. Untuk transport termurah adalah naik bus Shwe Nan San. Beruntung kami nemu kios bus ini sederetan dari hotel kami menginap. Sehari sebelumnya kami langsung booking tiket sesuai jam yang dimau. Nanti akan dijemput langsung di hotel. Asyik kan? Kebetulan uang kyat kami udah menipis dan males kalau harus tukar mata uang lagi. Bus airport ini, tiketnya 4000 Kyat per orang (sekitar Rp 40.000,-).

Daripada bus sebenarnya lebih cocok disebut travel kali ya. Karena yang datang adalah mini bus. Mobilnya cukup tua. Siap-siap terlonjak-lonjak karena jalanan ke airport itu banyak banget banget speed trap-nya.

Kios Shwe Nan San di dekat hotel
Bus airport Shwe Nan San
Interior mini bus
Sempat mampir terminal bus Kywesekan juga untuk turunin penumpang

MANDALAY INTERNATIONAL AIRPORT

Counter Shwe Nan San di airport. Berarti bisa naik ini untuk dari airport ke kota juga
Ready to go to Bangkok! Hanya bawa ransel untuk trip Myanmar ini

Selesai sudah petualangan kami di Myanmar! Masih banyak spot lain yang tidak sempat kami kunjungi di Mandalay. Jujur, udah lumayan capek dan agak overwhelmed ke temple terus hahaha.

Nggak nyangka, bahkan self-proclaimed temple hopper kayak aku pun bisa bosen karena seminggu lebih ke temple mulu! Tapi benar deh, Myanmar punya temple tercantik yang pernah ku kunjungi. It’s A MUST VISIT FOR YOU TEMPLE HOPPERS!

RESUME ITINERARY & BUDGET DAY 6, 7, 8:

  1. Perhitungan di atas untuk 2 orang (2 pax)
  2. MMK adalah hitungan dalam Myanmar Kyatt, dan IDR untuk perkiraan dalam Rupiah (dengan asumsi 1 MMK = IDR 10)
  3. Trip di atas dilakukan pada bulan Januari 2020
  4. Belum mencakup budget belanja, makan, dan jajan-jajan sampingan

6 Comments

  1. March 30, 2020 / 8:17 pm

    Setuju. Hotel di Mandalay murah-murah dan baguuusss! Kuilnya juga megah-megah. Fotomu di kuil putih itu bagus, Jen.

    Aku baru tau lho daerah Sagaing. View-nya juara! 😀

    • Jennifer Anandary May 9, 2020 / 11:46 pm

      Hotel di Mandalay kemarin best sih sarapannya kuenyaaaaang. Rindu Myanmar bangeeeeet! Tapi aku lebih suka Bagan sih dari pada Mandalay. Lebih ‘kampung’ gitu hahaha kalo Mandalay udah lebih ‘kota’ 😁

  2. April 24, 2020 / 5:51 am

    Wow. komplit infonya. makasih kak

    • Jennifer Anandary April 26, 2020 / 3:46 pm

      Senang kalo infonya bisa membantu! Thanks for reading, Adit!

  3. May 16, 2020 / 1:30 pm

    Wah, Hysinbume Pagodanya bagus banget warna putih semua. Terima kasih untuk budget and itinerarynya membantu banget 🙂

    • Jennifer Anandary May 18, 2020 / 10:58 pm

      Yesss! Hsinbyume kayaknya salah satu temple tercantik di Myanmar, atau mungkin di dunia. Tapi kalo suasana tetep belum ngalahin Bagan sih hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected!