21   206
16   913
76   2567
30   1180
47   2104
12   527
12   899
26   1272
32   1062
31   1156

5 Hal yang Harus Dipertimbangkan Saat Membeli Koper (Baller Indonesia Review)

Salah satu benda wajib punya bagi semua traveler adalah KOPER atau SUITCASE. Benda inilah yang menyimpan seluruh kebutuhan kamu selama traveling. Koper yang berkualitas akan awet hingga bertahun-tahun. Suitcase is worth to invest, especially if you are a frequent traveler. Salah satu koper yang kupunya dan kerap kubawa traveling adalah koper alumunium Baller Indonesia. Akan kubahas juga disini sebagai perbandingan dan review!

Berikut 5 hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum membeli koper:

1. UKURAN

Koper hadir dalam berbagai ukuran. Memilih ukuran koper sangat bergantung pada kebutuhan,misal durasi trip atau barang yang akan dibawa. Idealnya sih, punya semua size hahaha. Jadi tinggal pilih sesuai kebutuhan saat mau dipakai.

Ukuran koper biasanya dalam hitungan inch. Ada 3 ukuran paling umum:

  • 20 inch (small / cabin size) 47 x 35 x 20 centimeter

Jika kamu berpergian 1-3 hari, biasanya cukup dengan koper ukuran 20 inch (small). Enaknya, ukuran ini bisa dibawa ke kabin pesawat. Tidak perlu masuk checked-in baggage. Ukuran ini favorit banyak orang terutama pekerja yang sering business travel karena ringkas.

  • 24 inch (medium size) 60 x 42 x 26 centimeter

Koper ukuran sedang. Cukup untuk trip 5-10 hari, tergantung kebutuhan masing-masing pengguna. Bagiku, ini size koper paling sering kupakai. Karena tripku juga kebanyakan seminggu-an. Nggak terlalu kecil, nggak terlalu besar.  

  • 28 inch (large size) 69 x 48 x 29 cm

Koper ukuran besar. Biasanya ukuran ini jadi pilihan untuk keluarga, karena satu koper bisa masuk kebutuhan banyak orang. Aku biasa menggunakan koper ukuran ini untuk trip durasi 10-14 hari (pemakaian sendiri ya). Atau untuk trip durasi pendek, tapi bakal bawa banyak belanjaan haha (contoh: ke Korea buat belanja skincare. Bawa koper besar biar hasil shopping muat!)

Koper Baller Indonesia juga hadir dalam 3 size di atas: 20 inch, 24 inch, dan 28 inch. 

Yang kupunya ini adalah ukuran besarnya, 28 inch. Andalan kalo lagi mau trip durasi panjang atau akan bawa pulang banyak belanjaan dan oleh-oleh. Juga sering kupakai kalo lagi trip keluarga, satu koper untuk bersama. Praktis, muat banyak. Size koper 28 inch ini juga masih bisa dibawa ke kereta. Aku pernah bawa koper ukuran ini naik shinkansen di Jepang.

How I Pack My Travel Essentials

Jadi, tentukan ukuran koper sesuai kebutuhanmu ya. Kira-kira bakal seringnya butuh size apa nih?

2. MATERIAL

Ada bermacam material atau bahan koper. Secara garis besar, material koper terbagi menjadi 2 yaitu softcase dan hardcase.

Material softcase adalah material lentur seperti kain. Biasanya terbuat dari bahan nylon atau polyester. Kelebihan koper softcase adalah lebih ringan. Kekurangannya adalah kurang aman karena bisa mudah disobek atau digunting.

Material hardcase adalah material keras. Biasanya terbuat dari alumunium, atau plastik (polycarbonate, polypropylene, dll). Material hardcase tentu lebih durable dan aman dibanding softcase. Dengan kemajuan teknologi, kini material hardcase sudah banyak yang lightweight dan tidak terlalu berat.

Koper Baller Indonesia menggunakan material alumunium. Material paling durable untuk koper, susah penyoknya apalagi pecah. One less worry, kalau petugas bandara suka kasar dan banting-banting saat meng-handle koper kita.

Loving the alumunium material, very sophisticated. Plus, the luggage tag!

Biarpun terbuat dari alumunium, menurutku nggak terlalu berat dan masih enak untuk didorong-tarik dengan kekuatan perempuan. Koper alumunium juga mudah maintenance-nya, cukup dilap jika kotor. Dibanding koper softcase yang berbahan kain, kadang agak susah membersihkannya jika kena noda.

3. RODA (WHEELS)

Dibanding membawa tas punggung, orang menyukai traveling dengan koper karena kemudahannya. Untuk bergerak tinggal tarik atau dorong. Kuncinya di roda.

Koper punya berbagai jumlah roda. Ada yang 2 roda (2-wheel), maupun 4 roda (4-wheel). Masing-masing punya kelemahan kelebihan. 

Koper 2-wheel relatif lebih ringan. Tapi dari pengalamanku, kadang kalau isinya sedang tidak balance, kopernya suka terjungkal sendiri! Idealnya, koper roda jenis ini untuk ditarik di belakang. Agak melelahkan tangan kalau kopernya berat

Koper 4-wheel relatif lebih berat dibanding 2-wheel. Tapi paling enak untuk manuver, apalagi kalau punya sistem 360 derajat. Jadi tidak terlalu capek untuk ditarik maupun dorong. Kekurangannya, lebih sulit ditarik di permukaan yang tidak rata misalnya aspal atau bebatuan.

Koper Baller Indonesia menggunakan 4-wheel  360 degree system. Dari pengalaman, aku selalu mencari koper dengan sistem ini karena paling nyaman untuk digunakan dan tidak terasa berat. Roda koper Baller Indonesia ini juga enak banget digunakan di atas karpet, misalnya karpet airport. Kadang koper suka ‘keset’ dan susah ditarik di atas karpet. Jadi aman deh kalau misalnya harus geret koper jarak jauh ke terminal di airport dengan Baller ini.

Easy maneuver with Baller Indonesia’s 360 degree wheels

Sempat juga tarik koper Baller di aspal beberapa kali. Suitcase are not meant for this kind of surface, tapi aman sih! Semoga terus awet dan nggak kenapa-kenapa 😀

4. KUNCI (LOCK)

Beberapa waktu lalu sering dengar berita bagasi penumpang pesawat dibongkar? Barang penting di dalam koper banyak yang hilang. Entah siapa oknumnya. Biasanya kunci kopernya dibobol. Koper material softcase ataupun koper dengan resleting paling rawan dengan hal ini.

Sistem penutup koper secara garis besar ada 2: dengan resleting (zipper) dan frame case (non-zipper). Sistem kedua yaitu frame case jelas lebih aman dibanding resleting karena lebih sulit untuk dibobol. It is always recommended to buy frame case suitcase for the safety. Repotnya adalah kalau (amit-amit) kita lupa kode kombinasi kunci, bongkarnya lebih susah.

Koper Baller Indonesia juga tidak menggunakan resleting atau zipper, melainkan jenis frame case. Dilengkapi juga dengan dual TSA Lock.

Apa itu TSA Lock?

Pernah tidak membeli koper dengan lubang kunci tapi kok kita tidak diberi kunci? Inilah kunci TSA (Transportation Security Administration) atau TSA Lock. Lock khusus petugas keamanan transportasi, salah satunya di bandara. Dengan adanya TSA Lock, kopermu yang sudah dikunci dengan kode kombinasi bisa tetap dibuka oleh pihak keamanan bandara. Tanpa harus dibuka paksa. Seandainya bagasi kita ada yang mencurigakan, petugas bandara bisa membuka untuk memeriksanya. Tanpa harus memanggil kita untuk membuka koper ataupun membukanya secara paksa, tergantung kasusnya. It is a lot safer to have TSA Lock suitcase.

5. AFTER SERVICE

The whole point of investing in a good suitcase. Buatku, koper itu sama aja seperti handphone. Pengennya awet dan bisa dipakai dalam jangka waktu lama. Kalau rusak, ya sebisa mungkin di-servis, nggak harus beli baru. Karena itu, sebelum membeli koper penting melihat apakah brand tersebut menyediakan after service yang oke. ‘Kecelakaan’ pada koper saat traveling itu sering banget terjadi.

Koper Baller Indonesia punya 5-years warranty. Jadi jika kopermu rusak dalam jangka waktu 5 tahun setelah pembelian, bisa mengajukan perbaikan. Warranty di Baller Indonesia mencakup wheels/top wheels, handle, dan dual TSA Lock. 

Karena sampai sekarang koperku masih baik-baik saja, aku belum pernah cobain ajuin garansi koper Baller Indonesia-ku. But knowing they have this service, makes me feel more at ease. Kalau sudah lewat 5 tahun masa garansi, bisa purchase spare part juga kok. Very convenient!

It’s almost year-end, holiday time! Semoga tulisan di atas bisa jadi pertimbangan kalian sebelum membeli koper yang menemani bepergian ya. Happy traveling!

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected!