21   1103
17   958
12   1079
22   1195
14   1621
26   1410
74   1288
33   1384
26   1453
10   473

Vietnam Trip Part 2: Da Nang, Menuju Ba Na Hills dan Hoi An (+ Itinerary & Budget)

Setelah beberapa hari di Hanoi (yang ramai namun oldies, menyenangkan deh!), akhirnya menuju ke kota tujuan kedua di Vietnam yaitu Da Nang. Kota Da Nang ini sedang naik daun dalam peta pariwisata Vietnam karena Ba Na Hills. Turis berdatangan dari berbagai macam negara untuk ke kota ini. Ada apa saja ya di Da Nang?

Read my Vietnam Part 1: Hanoi blogpost, here!

DAY 4

SLEEPER BUS TO DA NANG

Setelah 14 jam perjalanan di sleeper bus, akhirnya sampai juga di Da Nang. Awal cerita lengkapnya bisa dibaca di Vietnam Trip Part 1: Hanoi.

Do I recommend sleeper bus from Hanoi to Da Nang? Yes, if you have a tight budget. Bus-nya sih fine aja, nggak seburuk yang diberitakan orang di internet. Jelas bukan luxury bus, tapi selama AC-nya dingin, tempat duduknya empuk, nyetirnya nggak ugal-ugalan, nggak nurunin penumpang sembarangan, bagiku oke.

Pernah 2 kali naik sleeper bus di Asia sebelumnya, rute Bangkok-Chiang Rai, dan Singapore-KL. Kalo dibandingin, kurang suka sih sama formasi kursi bus di Vietnam yang kayak begini karena agak limited ruang geraknya. Lebih suka bus yang tingkat beneran tingkat, bukan kursinya aja yang tingkat. Kalo buat orang tua kayaknya model bus begini kurang oke, kasihan mesti manjat-manjat.

Oh, dan nggak ada colokan USB juga jadi nggak bisa nge-charge. Sleeper bus Bangkok-Chiang Rai ada TV dan colokan USB soalnya, mohon maaf standarku jadi lumayan tinggi soal sleeper bus :p

Buat yang mau baca pengalaman naik sleeper bus Bangkok-Chiang Rai bisa baca disini.

CHRISTINA DA NANG SEAHORSE

Dari jalan tempat kami diturunkan dari bus, kami order Grab untuk ke hostel pertama kami di Da Nang, Christina Da Nang Seahorse.

Hostel ini harganya lebih mahal sedikit dibanding hostel lainnya di Da Nang (tapi tetap murah banget untuk standar Asia tenggara). Aku recommend sekali hostel ini. Ada pilihan private room juga untuk yang mau kamar pribadi.

Christina’s Da Nang – Seahorse Hotel’s common area

Bangunan dan kamarnya masih baru. Interior-nya apik, bersih. Di lantai bawah ada cafe kecil buat nongkrong, The Joi Factory (tiap tamu hostel dapat voucher untuk pesan disini). Dekat mini market, restoran, dan kafe. Hanya beberapa langkah dari Han River. Staff-nya juga ramah. Kalau mau naik bus ke Hoi An, halte busnya tidak jauh dari sini.

The cafe downstair, The Joi Factory
Seahorse hostel at night

Downside dari hostel ini menurutku kamar mandinya yang shared bathroom campur laki-laki perempuan. Aku lebih suka shared bathroom yang dibagi gender. Lebih leluasa aja kalau dibagi perempuan dan laki-laki. Tapi kamar mandinya bersih sekali, modern, walau biliknya tidak terlalu banyak. Untungnya tiap lantai okupansinya juga tidak banyak jadi kamar mandinya lebih sering sepi.

Kami pun menyewa motor via hostel, biayanya VND 150.000 (belum bensin). Hostel ini bukan penyedia langsung motornya ya, mereka kerjasama dengan rental motor yaitu Motorvina Da Nang.

HAN RIVER DA NANG

Hanya beberapa langkah dari Christina Da Nang Seahorse, terdapat Han River. Han River ini adalah sungai yang membelah kota Da Nang. Kalau malam bagus sekali dengan lampu-lampunya, siang hari malah biasa saja. Di pinggir sungai ini juga banyak kafe dan nightlife yang bisa dikunjungi.

Han river Da Nang at night

STREET FOOD DINNER

Malamnya kami cari makan di kaki lima pinggir jalan dekat hotel. Bentuknya mirip sop daging. Kendala bahasa kami jadi nggak tahu daging apa, tapi sepertinya pork. Gurih, dan kenyangin. Walau yah lagi-lagi kok berasanya makanan Vietnam agak hambar ya untuk ukuran lidahku?

DAY 5

BA NA HILLS

Hari ini kami ke tujuan utama di Da Nang, Ba Na Hills.

Ba Na Hills ini lagi ngehits banget. Terutama karena foto Golden Bridge-nya yang viral di sosial media. Ba Na Hills ini adalah kompleks wisata bergaya medieval Eropa. Lumayan bikin penasaran karena baca review-nya cukup bagus.

Lokasi Ba Na Hills ini cukup jauh dari pusat kota Da Nang, sekitar 1 jam berkendara. Transportasi umum kesini bisa menggunakan taksi atau Grab. Kami kesana dengan motor sewaan.

On the way to Ba Na Hills
Isi bensin dulu di SPBU Da Nang

Tiket Ba Na Hills kami beli di Klook . Sampai sana tinggal kasih tunjuk bukti pembelian dari handphone saja. Kalau beli tiket dari 3rd party apps, loketnya berbeda dari loket biasa. Harus ke ruangan agak ke kiri dari pintu masuk. Harga tiketnya VND 750.000 (sekitar Rp 450.000,-). Ada juga paket tiket dengan antar jemput dari hotel dan lunch buffet. Silakan cek di Klook.com .

Disarankan beli tiketnya online saja karena antrian tiket manual sering panjang.

Tiket Ba Na Hills Da Nang
Hello Ba Na Hills!

Kompleks Ba Na Hills ini luas sekali dan terdiri dari beberapa spot. Dari masuk saja kita langsung disuguhkan naik cable car, dan nggak cuma satu tapi banyak. Menghubungkan antar spot wisata yang ada. Ba Na Hills lokasinya di atas bukit jadi memang harus naik cable car dari gerbang utama ke spot utama wisatanya.

Pecinta cable car pasti puas ke Ba Na Hills. Cable car-nya masuk Top 10 most impressive cable car infrastructure systems worldwide oleh CNN. Buat yang takut ketinggian mungkin agak bikin ngeri.

Puas naik cable car di Ba Na Hills

Dari pertama kali masuk, sudah dibuat kagum karena terlihat Ba Na Hills ini well-designed dan nggak abal-abal. Sayangnya saat aku datang Ba Na Hills ini masih under construction beberapa bagiannya, alias belum kelar. Masih under construction saja sudah seramai ini. Hebat sih Vietnam! Wisatanya sedang maju pesat. Turisnya kebanyakan dari Korea, dan China.

Setelah naik cable car, spot pertama adalah Golden Bridge. Haduh, Golden Bridge ini rame banget! View-nya sih sangat memukau karena di atas bukit. Sempat coba ambil foto beberapa kali disini tapi susah setengah mati karena ‘bocor’ terus. Padahal itu weekdays, nggak kebayang kalau weekend.

Ruameeeeee
Crowded as hell but still a beauty tho
To the French Village we go

Dari area Golden Bridge, lanjut naik cable car lagi ke French Village.

Nggak banyak atraksi disini selain bangunan-bangunan bergaya Perancis dan parade di jam-jam tertentu. Ada banyak restoran disini, dan ada beberapa yang all you can eat. Harganya bervariasi.

Parade
Pretty!

French Village ini juga merupakan lokasi hotel Mercure Ba Na Hills. Kalau kalian memang niat menikmati Ba Na Hills secara maksimal, disarankan menginap di hotel ini. Lumayan banget bisa visit Ba Na Hills dari pagi-pagi banget sebelum buka, jadi belum terlalu ramai. Tapi perlu diingat bahwa hotel ini jauh dari kota dan di atas gunung juga. Lewat jam 5 sore, cable car untuk turun sudah tidak berfungsi lagi. Jadi benar-benar mengandalkan fasilitas hotel untuk makan dan hiburannya.

Di French Village ini ada satu wahana yang bisa dinaiki yaitu Alpine Coaster. Free entry. Untuk naik ini lumayan ngantrinya 1,5 jam. Karena ini satu-satunya wahana gratis, jadi antriannya mengular. Sensasinya mirip naik toboggan di Great Wall Mutianyu, China. Kita duduk di semacam kursi bertuas untuk remnya. Di ending ditawarkan jasa cetak foto. Aku pun cetak untuk kenang-kenangan.

Alpine coaster: checked!
Ada wahana indoor juga dan tempat beli souvenir. Tapi untuk wahananya harus bayar extra tiket

Lanjut naik cable car lagi ke Flower Garden dan Linh Ung Pagoda.

Dalam nuansa Chinese Year of the Pig: 2019
Flower Garden
Tremendous view!
Linh Ung Pagoda
View in front of the pagoda

Dari sana lanjut naik cable car lagi dan ternyata mengarah kembali ke Golden Bridge. Pukul 16.30, saat Ba Na Hills hampir tutup, ternyata Golden Bridge-nya lebih sepi. Akhirnya foto lagi deh hahaha.

Last attempt to get a good photo at Golden Bridge

Jam 17.00, saat Ba Na Hills hampir tutup, kami pun turun menuju pintu gerbang keluar. Saat keluar banyak ‘abang-abang’ supir Vietnam menawarkan mobil untuk ke kota. Ada Grab motor segala, jadi sepertinya bisa order Grab disini.

Kami pun ke arah parkiran motor dan melaju kembali ke kota Da Nang.

Jembatan keluar Ba Na Hills
Abang Grab bike Vietnam
Antri keluar parkiran motor. Udah mirip warlok (warga lokal) belum?

KFC

Setelah sampai di tengah kota Da Nang, kami cari fast food. Pilihan jatuh pada KFC, sekalian nyobain rasa ayam KFC Vietnam.

KFC Vietnam

DAY 6

TACO NGON

Sebelum menuju ke tujuan utama Hoi An, pagi itu kami sarapan di Taco Ngon. Harus agak naik motor menyeberang sungai dari hostel, tapi searah menuju Hoi An.

Kesini karena review-nya cukup bagus di TripAdvisor dan kami pengen coba makanan lain selain Vietnamese food. Turned out, rasa taco-nya biasa aja sih. Tapi lumayan buat ganjal perut.

Taco Ngon
Uang pecahan 500.000 VND (agak amazed, karena Rupiah kita cuma sampai 100.000)

HOI AN

Hari ini kami menuju kota Hoi An. Hoi An ini berlokasi sekitar 1 jam dari Da Nang. Ada bus umum di dekat hostel untuk kesana, tapi kami sewa motor saja supaya lebih mobile.

Jalanan Da Nang menuju Hoi An, menyusuri sisi pantai

Kota Hoi An ini cantik banget dan serba kuning! Agak menyesal hanya sebentar di Hoi An, mestinya menginap setidaknya satu malam. Hoi An ini touristy banget sih, agak penuh sama turis. Lebih touristy dari Da Nang. Terasa begitu mungkin juga karena areanya lebih padat ya. Laid-back vibe is strong here. Sekilas agak mirip Legian, Bali tapi lebih vintage dan serba kuning.

Di Hoi An kami cuma sempat nongkrong di kafe dan keliling sebentar jalan kaki. Ada temple cantik di Hoi An dan spot-spot lainnya tapi tidak sempat dikunjungi karena kami harus segera balik Da Nang untuk check in di hotel kedua.

Fell in love with Hoi An
Lampion!
Souvenir shop

Hope to see you again, Hoi An!

DA NANG BEACH

Di jalan menuju Hoi An, kami melewati Da Nang beach yang ternyata cantik! Suasananya kayak di Miami, Florida, karena bersisian dengan gedung-gedung tinggi. Kebanyakan adalah gedung hotel. Pantai di bagian sini untuk umum dan masuknya gratis.

Awal pilih penginapan di Da Nang memang agak bingung mau menginap di daerah mana. Setelah ke Da Nang, menurutku pilihan menginap di hotel hadap pantai ini bakal seru sih. Nama areanya My An. Sepanjang sisinya juga banyak resort dengan private beach.

Da Nang beach

DRAGON BRIDGE DA NANG

Salah satu ikon dari Da Nang yaitu Dragon Bridge.

Beruntung keliling di Da Nang naik motor jadi gampang melipir buat foto. Kami berhenti di underpass jembatan, lalu parkir motor di semacam warung di bawah jembatan. Setelah parkir, kami agak ‘dipaksa’ untuk order minuman sama ibu-ibu penjaga warung. Agak malas sih karena nggak niat jajan sebenarnya, tapi akhirnya kami beli air kelapa. Setelah minum, baru naik tangga ke atas jembatan untuk foto berlatar belakang Dragon Bridge.

DA NANG CATHEDRAL

Sudah lama pengen foto di depan pink church kalau ke Vietnam. Kukira hanya ada di Ho Chi Minh City, tapi ternyata ada juga di Da Nang!

Sayangnya, kami datang sore hari dan gelap banget alias shadow karena matahari di belakang gedung sehingga berbayang. Sedih! Foto jadi kurang paripurna. Yah, mungkin ini pertanda harus ke Da Nang lagi lain kali.

SANTORI DA NANG HOTEL

One of my best find hotel in Da Nang, Santori Da Nang Hotel. Secara umum, hotel di Vietnam memang murah-murah banget. Termasuk di Da Nang. Kayaknya Vietnam negara termurah meriah yang pernah saya datangi. Jadi kalau browsing hotel di Vietnam, take your time, karena pilihannya banyak banget dan nggak mencekik dompet.

Karena di Da Nang 3 malam, 1 malam terakhir pilih stay di hotel lain. Pilihan jatuh pada Santori Da Nang Hotel. Rate-nya hanya Rp 350.000,- per malam. Private room, breakfast included, with rooftop swimming pool. Interior-nya agak bergaya Santorini, Yunani.

Rooftop area is my fave part

Overall puas sama hotel ini, semurah itu tapi fasilitasnya oke. Yang agak kurang mungkin lokasinya karena nggak terlalu dekat kemana-mana. Tapi hotel ini dekat banget airport, sampai-sampai bisa lihat landasan pesawat dari rooftop. Sengaja pilih hotel ini untuk malam terakhir di Da Nang supaya mudah ke airport.

Da Nang city from above
Breakfast

DAY 7

DA NANG INTERNATIONAL AIRPORT

It’s our last day in Da Nang! Hari ini langsung menuju ke negara keempat sekaligus terakhir dari trip ini, Thailand.

Kirain airport Da Nang bakal kecil, tapi ternyata bagus banget. Jangan mepet kalau ke airport sini, karena antrian imigrasinya lumayan panjang. Maklum, kota touristy.

Da Nang Airport departure hall
Antri imigrasi
Waiting room

It’s been lovely. See you again, Vietnam!

ITINERARY & BUDGET DAY 4, 5, 6, 7 IN DA NANG

P.S. :

  1. Perhitungan di atas untuk 2 orang (2 pax)
  2. VND adalah hitungan dalam Dong, dan IDR untuk perkiraan dalam Rupiah (dengan asumsi 1 Vietnam Dong = Rp 0,6,-)
  3. Trip di atas dilakukan pada bulan Maret 2019

4 Comments

  1. July 10, 2019 / 9:38 am

    Kyaaaaaa hostelnya cakeeeppp!

    Bener, Jen. Penginapan di Vietnam itu murah-murah dan bagus-bagus! Gue sampe bingung karena saking banyaknya pilihan. Pokoknya kita kaya raya kalo liburan di Vietnam, hahaha. Itu kolam renang rooftop-nya juara banget, ada view kota dan pegunungan.

    Gue tertarik sama Ba Na Hills karena ada cable car (maklum, public transport enthusiast) dan Linh Ung Pagoda. Ternyata dari sana ada banyak ojek ya, jadi nggak harus sewa mobil atau tur buat ke Ba Na Hills nih. Kamu pas mau sewa motor pake SIM Indonesia atau SIM internasional? Gue belum pernah sewa motor soalnya.

    Ah, Jen. Kita agendakan ngopi-ngopi bareng yok.

  2. Hayu
    July 10, 2019 / 2:11 pm

    Hai Jenn…

    As always thanks for very nice blog..very informative..

    Btw, untuk sewa motor di Vietnam harus punya SIM internasional kah?

    • anandary
      Author
      July 10, 2019 / 7:54 pm

      Untuk sewa tidak diminta SIM kok 🙂

      • Hayu
        July 11, 2019 / 4:32 am

        Oh gituu..okeii thanks infonya yaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected!