One Day Trip to Komodo National Park

Sudah terlalu sering rasanya melihat foto-foto cantik di Pulau Padar wara-wiri di feed Instagram dan bikin ngiler! I bet I’m not the only one who feel that way.

Dari awal tahun 2016, aku sudah merencanakan trip ke Labuanbajo. Tapi trip ke Jepang 2 minggu di akhir tahun lalu bikin jatah cuti (dan tabungan) menipis. Akhirnya geser ke April 2017, eh travelmate yang udah diajak janjian kesana tiba-tiba nggak bisa ikut. Tapi ya namanya jodoh nggak kemana, akhirnya berhasil ke Labuanbajo di bulan Juli 2017. Super dadakan, cuma punya 2 minggu untuk prepare segalanya. Tapi cus lah demi Komodo! 😀

The gorgeous Padar Island.

RESEARCH STAGE

Research sebelum liburan pun dimulai!

FYI, Labuanbajo adalah nama sebuah kota pelabuhan di Flores, Nusa Tenggara Timur. Inilah kota terdekat jika kamu mau naik kapal menjelajahi Komodo National Park (Taman Nasional Komodo), karena itu kebanyakan traveler memulai trip dari sini.

Labuanbajo punya airport sendiri yaitu Komodo Airport. Flight menuju Komodo Airport ini kebanyakan dari Bali, walau ada beberapa juga yang direct dari Jakarta.

Trip ke Pulau Komodo kali ini aku trip berdua bareng nyokap. Awalnya mau solo trip, eh tiba-tiba nyokap pengen kesana juga. Lumayan deh jadi ada temen, walau itinerary tentu harus dimodifikasi sedikit supaya tetap nyaman untuk orangtua. Kalau saat planning trip sama teman sebelumnya ada niat untuk living on board (LOB) alias nginep di atas kapal, niat tersebut terpaksa dihapus karena mana tega nyuruh emak-emak nginep di kapal.

Akhirnya aku pun berpaling mencari one day trip keliling Komodo National Park. Tujuan utamanya yang penting mencakup Pulau Padar dan Pulau Komodo deh! Browsing di IG dengan hashtag #komodotrip, aku dapat sekitar 10 lebih kontak tour. Tapi begitu dihubungi semuanya nggak menyediakan one day trip. Kata mereka itu terlalu mepet karena jarak pulaunya jauh-jauh. Kalaupun bisa, itu dengan private trip yang harganya pasti di atas 2 juta. 🙁

Map Komodo National Park. Dari Labuanbajo ke pulau-pulau seperti Padar dan Komodo memang cukup jauh jaraknya.

Belum menyerah aku browsing blog-blog lokal dan dengan khusyuk baca review-nya. Ada 20 lebih blog lokal yang aku baca, tapi hanya satu blogger yang pernah ikut one day trip! Itu pun dia langsung ke pelabuhan Labuanbajo untuk langsung tanya ke kapten kapal. Gemes deh. Masa iya nggak ada one day trip disana? Dan nggak ada info di blog lokal tentang ini?

Belum menyerah lagi, aku ‘kabur’ ke website favorit kalo nyari review tempat berlibur, TripAdvisor. Voila! Disini, malah dapet banyak banget info dan review dari ‘bule-bule’ kalau it is very possible to do one day trip to Komodo. Langsung datang saja ke Labuanbajo, disana banyak banget tour yang menawarkan one day trip dengan tujuan yang macam-macam. Thank God! Biarpun aku si planner ini agak was-was kalo kudu go show dan nggak booking dulu gitu tapi okelah! Agak miris sedikit sih, karena info mengenai tujuan wisata di negara sendiri malah lebih lengkap diinfoin bule-bule.

Satu reviewer bilang bahwa ada one day trip mencakup Pulau Padar, Pulau Komodo, Pink Beach, dan Manta Point dengan harga Rp 400.000 – 700.000,- an bergantung pada jenis kapal. That sounded good enough for me! Sebetulnya banyak tujuan wisata lain di Komodo seperti Gili Lawa, Kanawa Island, dll, tapi trip kali ini aku nggak ‘ngoyo’ ke destinasi sebanyak-banyaknya. I wanted to enjoy the trip without being too tired. 🙂

DAY 1

JAKARTA TO LABUANBAJO

Dari Jakarta ke Labuanbajo menggunakan direct flight Garuda Indonesia. FYI, untuk direct flight ke Labuanbajo ini pesawatnya adalah Bombardier CRJ, jadi ukurannya lebih kecil dari pesawat Boeing atau Airbus yang biasa.

Bombardier CRJ dari Cengkareng menuju Komodo.
The interior. Karena pesawat kecil, overhead bin-nya rendah. Sempat kejedut dua kali waktu berdiri karena nggak biasa naik pesawat mungil.

Awalnya aku agak segan pilih direct flight ini karena pesawat CRJ nggak ada TV (in-flight entertainment)-nya, LOL. Sepele yah? Tapi lumayan kan bengong 2 jam di pesawat? Kalo pilih yang transit di Bali dulu, bisa dapet TV at least sampe ke Bali. Aku pun akhirnya memilih direct flight saja demi efisiensi waktu sekalian pengalaman naik pesawat mungil seperti CRJ.

Perjalanan dari Jakarta ke Labuanbajo dengan direct flight Garuda Indonesia memakan waktu 2 jam 10 menit.

KOMODO AIRPORT

Beberapa waktu lalu aku sempat lihat berita Pak Jokowi meresmikan airport Komodo. Wah, akhirnya kesampean menyaksikan bandara ini dengan mata kepala sendiri. Bandaranya mungil, tapi bersih dan cukup modern! A very good step towards a better tourism in Indonesia.

Disambut pemandangan secantik ini di runway Komodo Airport!

The baggage claim area.

Dari airport menuju ke daerah penginapan di pelabuhan Labuanbajo bisa dengan taksi seharga Rp 50.000,- atau ojek seharga Rp 15.000,-.

SIOLA HOTEL

Satu hal yang disayangkan dari Labuanbajo adalah harga hotelnya relatif mahal dengan fasilitas yang minimalis alias alakadarnya. Nggak dipungkiri, akses di Labuanbajo yang masih sulit mungkin membuat harga-harga penginapan melambung tinggi. Mungkin juga aku masih ‘terbawa’ gara-gara baru pulang dari Bangkok yang harga hotelnya murah meriah.

Untuk malam pertama,aku memilih menginap di dekat pelabuhan demi kemudahan mencari tour untuk ke Pulau Komodo. Pilihan jatuh pada Siola Hotel.

Harga kamarnya sekitar Rp 175.000,- untuk private room with fan, dan Rp 250.000,- untuk private room with AC. Kamar mandi pribadi.

Siola Hotel ini lokasinya hanya beberapa meter dari pelabuhan. Jalan sedikit sudah ketemu mini market, ATM, dan tempat makan. Strategis banget! Dapet breakfast juga walau cuma roti dan selai, plus teh dan kopi. Dari hasil browsing, ini budget hotel dengan private room yang paling worth it menurutku. Penginapan lain dengan harga setara, rata-rata kamar mandinya sharing. Kamar tidurnya besar dengan high ceiling, nggak sumpek.

We took the twin bedroom with AC. Kasur satu laginya tidak terlihat di foto.

Kekurangan dari Siola Hotel ini adalah air mati dari jam 11 malam sampai 5 pagi, tapi disediakan ember besar untuk kita mengisi air kok. Koneksi wifi di Siola Hotel juga kencang tapi hanya di common area. Beruntung kamarku persis di samping common area jadi wifi-nya sampai kamar.

Siola Hotel ini juga menyediakan bantuan arrange trip ke Komodo. Harga untuk full day trip ke Pulau Padar, Pulau Komodo, Pink Beach, dan Manta Ray Point menggunakan kapal open deck adalah Rp 500.000,- per orang. Harga Rp 500.000,- ini sudah termasuk lunchbox, 1 botol besar air mineral, dan perlengkapan snorkeling. Kami pun book untuk 2 orang.

DILEMA SIM CARD

Tahukah kamu bahwa di Labuanbajo hanya ada sinyal Telkomsel? Sedangkan kami tidak ada yang pakai Telkomsel. Ada rencana untuk beli sim card Telkomsel dari Jakarta, tapi ternyata sim card Jakarta dan di Flores itu berbeda. Detailnya aku kurang ngerti, it was something about the local quota or something else, intinya mas-mas di counter pulsa langganan berbaik hati bilang bahwa lebih baik mending beli di Labuanbajo saja.

Setelah check in di Siola Hotel, kami berjalan keluar menghampiri counter pulsa dan bertanya harga sim card perdana Telkomsel, dan harganya Rp 120.000,-! Sedangkan kami disini nggak sampai 4 hari. Merasa sayang uangnya, akhirnya kami batal beli nomor perdana dan mengandalkan wifi gratis aja. Hitung-hitung menikmati liburan tanpa sinyal.

SUNSET BAR

Rencana awal setelah check in adalah ke Jembatan Putih yang lokasinya dekat sekali dari penginapan. Eh, ternyata kami ‘ditipu’ oleh Google Maps. Semestinya cukup lewat jalan kecil di sisi samping pelabuhan, kami malah jalan menanjak bukit sekitar 300m karena mengikuti navigasi Google Map.

Terlanjur salah jalan dan sudah sampai atas, akhirnya kami mampir ke Sunset Bar untuk duduk-duduk cantik menunggu sunset.  Memang sempat baca saat kemarin research kalo Sunset Bar ini merupakan salah satu bar favorit bule-bule, tapi tidak  kumasukkan itinerary karena sepertinya kurang seru untuk kami berdua. Eh, ternyata hari itu sunsetnya lagi bagus banget!

Sunset jatuh tepat di depan bar ini dan clear tidak ditutupi awan. Hari pertama kami sukses dapat sunset, yay!

KULINER DI KAMPUNG UJUNG

Beberapa langkah dari Siola Hotel, berderet persis di samping pelabuhan, disitulah Kampung Ujung berada. Mulai jam 5 sore, daerah ini mulai ramai dengan warung kaki lima yang menjual bermacam seafood. Warungnya berderet banyak, tapi hampir semua jenis masakannya sama dan enak semua. Just go with your guts, pilih warung mana yang kelihatannya paling enak atau paling ramai.

Pelabuhan di sisi Kampung Ujung.
Pick your own fish!

Sup ikan ekor kuning dan cumi bakar. Tasty!

It was one of the best seafood I’ve ever tasted. Mungkin karena suasana juga sih, hehe! Tapi ikan dari daerah timur Indonesia memang terkenal enak, apalagi segar karena langsung dari laut. Favoritku adalah ikan ekor kuning.

Harga ikan disini sekitar 40-50 ribu per ekor, tergantung jenis dan besar ikannya. Tinggal tunjuk ikannya, dan request untuk digoreng, dibakar, atau dibikin sup. Aku yang tidak terlalu doyan seafood dan punya alergi seafood juga, bela-belain makan disini dan nggak nyesel. Kebetulan aku punya alergi terhadap seafood yang nggak fresh, tapi alergi itu nggak muncul tuh. Mudah-mudahan itu pertanda ya bahwa ikan-ikan disini segar. 🙂

DAY 2

LET’S START THE ISLAND HOPPING!

Full day trip kami dimulai dari jam 5 pagi. Kami dijemput oleh Jhastind (I wonder why is it Jhastind and not Justin? LOL), yang meng-arrange trip kami dari Siola Hotel. Berjalan kaki ke pelabuhan, kami berkumpul dengan 8 penumpang lain, 2 orang lokal, dan 6 orang foreigners. Dengan total grup 10 orang, kapal mulai bergerak dari pelabuhan jam 6 pagi.

The trip started really early in the morning.
Pelabuhan Labuanbajo yang sederhana dan kosong sekali waktu pagi.

Tujuan pertama adalah Pulau Padar, perjalanan ditempuh selama 3 jam. Suara mesin boat terdengar nyaring sepanjang perjalanan, jadi tips dariku adalah bawa earphone kalian. Lumayan untuk meredam bisingnya. Beruntunglah kamu yang tipe ‘pelor’ alias ‘nempel molor’ kayak diriku, bisa kok langsung tidur saja tanpa earphone.

Sepanjang perjalanan, aku cuma bisa terpukau dengan keindahan pemandangan sekeliling. Rasanya seperti berada di set film Jurassic Park. Flores is seriously beautiful!

1. PULAU PADAR

Fun fact dari Pulau Padar adalah, pulau ini favoritnya turis lokal! Berdasarkan ngobrol dengan kapten kapal, turis luar malah nggak terlalu banyak yang pengen kesini. Agaknya memang kekuatan sosial media yang bikin Pulau Padar ini jadi primadona traveler lokal.

Pemandangan di pantai Pulau Padar. Cantiiiik banget!
Hike, hike, hike.

Hiking ke puncak Pulau Padar membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Atau 45 menit – 1 jam jika kalian hobi berhenti sebentar ambil napas dan foto-foto pemandangan seperti aku.

Menurutku hiking ke Pulau Padar ini nggak terlalu berat, kalo dibandingkan dengan kemarin aku ke Gunung Masigit untuk hammocking. Tapi track-nya licin, jadi pakai running shoes ya! Ada beberapa pengunjung yang hiking pakai sandal jepit dan sukses terpleset-pleset.


https://www.instagram.com/p/BWw6YLEDlYH/?taken-by=j_anandary

Pulau Padar super cantik sekali! I think this is my favorite spot out of all my Labuanbajo trip.

 

2. PULAU KOMODO

Dermaga Pulau Komodo.

Sampai di Pulau Komodo, kami dikumpulkan untuk bertemu dengan ranger. Kami membayar tiket seharga total Rp 51.000,- per orang (harga turis lokal), sudah termasuk biaya ranger. Briefing sebentar, lalu kami memulai trekking.

Welcome to Komodo Island.

Tickets! Tiketnya ada bermacam-macam. Ditotal seharga Rp 35.000,- untuk turis lokal. Total menjadi Rp 51.000,- sudah dengan biaya ranger.
Cerita Putri Naga Komodo. Inilah legenda mengapa masyarakat Komodo percaya bahwa mereka masih bersaudara dengan komodo.

Ternyata bulan Juli adalah mating season dari Komodo. Komodo lebih susah ditemui di bulan ini. “Mereka banyak di atas gunung untuk make love,” kata ranger-nya. Memang dasar lucky bastard, dengan mengambil hiking track medium, kemarin rombongan kami sukses ketemu 2 ekor komodo. Yang satu berumur 15 tahun, satu lagi masih muda sekitar 5 tahun. Rombongan lain ada yang tidak bertemu komodo sama sekali.

The man of the island, Komodo! This one is around 15 years old. Ketemunya di dekat dapur ranger karena komodo memang tertarik dengan bau masakan.
Okay, pardon my nervous face.
Behind the scene of the photo.
The trekking, led by 2 rangers.
The second komodo we bumped into. This one is quite tiny, only 5 years old.

Lumayan ngeri-ngeri sedap pengalaman bertemu Komodo, apalagi setelah diceritakan bahwa beberapa bulan lalu ada turis dari Singapore yang digigit kakinya karena terlalu dekat mengambil foto tanpa ditemani ranger. But what’s a komodo trip without meeting them?!

Satu hal yang paling kuingat dari Komodo adalah mereka jalannya lucu, geal-geol gitu, hehe.

Let’s continue the island hopping!

3. PINK BEACH

Third stop is Pink Beach! Sampai di dekat Pink Beach, boat berhenti untuk snorkeling. Boat tidak berhenti di bibir pantai, sehingga harus naik ‘ojek’ kapal kecil lagi untuk ke pantai. Harga ojeknya Rp 20.000,- per orang pulang-pergi.

Pink Beach ini oke banget buat berenang-renang ‘cantik’ buat yang nggak jago renang. Airnya bening, ombaknya juga gak terlalu besar.

4. MANTA POINT

Selesai dari Pink Beach, boat bergerak menuju Manta Point, tempat dimana biasanya manta ray berkumpul. Sayangnya disini kami kurang beruntung karena manta-nya tidak terlihat, padahal kata nakhodanya biasanya manta ray banyak banget disini. Meski begitu bule-bule di kapal tetap pada nyemplung untuk snorkeling.

Lunch box isi nasi dan ayam goreng. Jadi terasa mewah karena pemandangannya, LOL.

Manta Point adalah destinasi terakhir island-hopping hari itu. Perjalanan pulang dihabiskan sekitar 2,5 jam. Kami tiba lagi di Labuanbajo sekitar pukul 6 sore.

DAY 3

Hari ketiga ini kami habiskan bersantai di Labuanbajo. Keliling-keliling dengan jalan kaki saja. By the way, dari sehari lalu kami sudah pindah penginapan dari Siola Hotel ke Le Pirate Labuanbajo (review-nya bisa dilihat disini.)

 

Moved to second ‘home’, Le Pirate!
See the review of Le Pirate Labuanbajo, here!
Jalan Soekarno-Hatta Labuanbajo yang kanan kirinya penuh cafe, bar dan tour guides.
One of the cute stores I spot there.

JEMBATAN PUTIH

Di hari ketiga ini kami ke Jembatan Putih (yang gagal didatangi di hari pertama itu). Jembatan Putih ini cantik banget! Dan di ujung Jembatan Putih ini ada restorannya juga, sayangnya buka di atas jam 3 sore sedangkan kami kesana sekitar jam 12 siang. Biar matahari tepat di atas kepala, tidak mengubur semangat untuk foto di dermaga cantik ini.

The oh-so-pretty Jembatan Putih!
Tanned and happy.

The restaurant at the edge of the bridge called Merseaki opened from 3 PM. Too bad we went there too early, it was still closed.
White bridge.

LA CUCINA

Sore-nya kami makan di La Cucina Labuanbajo, salah satu restoran Italia terkenal disini. Ke restoran Itali, kami tentunya pesan pizza dong. Review-nya juga oke kalo baca dari TripAdvisor. Daaaaaan…. pizza-nya enak banget!

The Doctor was here apparently.
Nothing suits each other better than pizza and beer.

La Cucina ini juga punya view yang oke karena menghadap langsung ke pelabuhan. Ah, I miss their pizza and the view already just by looking at this photo!

DAY 4

Karena flight pulang kami sore, setelah check out kami sempatkan sebentar ke Amelia Sea View. Naik ojek seharga Rp 30.000,- pulang pergi dari Le Pirate.

Di Jakarta maupun di Flores, ojek andalanku.
Amelia Sea View.

Dari Amelia Sea View, kami kembali ke Le Pirate untuk ambil koper dan menuju ke airport naik taxi, seharga Rp 50.000,-. Fyi, taxi disini bukan dengan mobil dengan merk tertentu seperti di kota besar begitu ya. Lebih kayak “ojek” tapi dengan mobil, private charter gitu.

Check in counters in Komodo Airport. Told you this new airport is quite modern, so proud!
A little sad to end this trip but happy to finally checked my bucket list!
Waiting room area.

 

Flores, you’ve been amazing! It sets the bar quite high to me, seriously. I’m a little afraid that any place I visit after this would not look beautiful because Flores is hella gorgeous!! 

Overall, trip kesini cukup membuatku amazed karena sebelumnya aku selalu liburan ke kota besar. Ini pertama kalinya aku liburan di Indonesia selain pulau Jawa dan Bali. Sedih ya? Nyesel juga kenapa nggak dari dulu eksplor Indonesia kalau ternyata secantik itu!

Bayanganku dulu tentang liburan kesini yang harus model hardcore, panas-panasan, naik turun kapal, dll, pun sirna. Ya, memang medan-nya cukup sulit dan bukan untuk tipe-tipe trip cantik gitu. Tapi masih oke banget untuk standarku yang bukan hardcore travelers tapi juga bukan traveler ‘syantik’ dan mewah gitu, if you know what I mean? Hehe.

Dan ternyata Taman Nasional Komodo ini juga mungkin banget untuk short trip. Buat yang sibuk kerja atau kuliah, ambil cuti satu hari mepet weekend atau long weekend deh. Udah bisa lho ke Pulau Padar, foto bareng komodo, ataupun renang di Pink Beach!

Satu hal yang dulu kukira nggak mungkin karena kayaknya kok orang kalo liburan ke Komodo berminggu-minggu ya? Hehe. All thanks to one day trip.

Will definitely miss this crystal clear beach everyday!

Thank you for the amazing experience, Labuanbajo!

 

 

43 thoughts on “One Day Trip to Komodo National Park

  1. thks god, found this web.. 😀

    berarti banyak yg sedia one day trip di pelabuhan labuan bajo nya ya?

    btw kalau ke Pulau Padar bawa Ortu aman ga ya?
    treckingnya berat atau gmn??

    thank you

    1. Iya, banyak kok yang sedia one day trip.

      Trekking-nya lumayan berat tapi do-able. Ortu saya umur 59 bisa sampai puncak Padar kok, pelan-pelan aja nanjaknya sambil menikmati pemandangan.

  2. thanks reviewnya kak 😄. btw dri bandara naik taksi ke hotel gak di “getok” harga nya kak ? apa ada argo juga ?
    sama ke yg sunset bar itu jalan kaki kak ?

    1. Harus nawar ya, karena disana belum ada taksi resmi kayak Bluebird dll gitu. Range harganya kayak yang kusebut di post di atas, pinter nawar aja. Iya yang ke sunset bar itu jalan kaki aja gak jauh dari penginapanku kok cuma agak nanjak 🙂

  3. hai kak, onde day trip brarti dilaksanakan tiap hari yah? Cz, minggu depan mau kesana nih, dan cari one day trip ajaah..

  4. Seneng bgt bisa nemu blog km. Dan ini ngebantu bgt. Makasih jennifer udh nulis pengalaman ke labuan bajo. Boleh di contek ya itinerary nya ?hehe

  5. Dear Jennifer,
    Terima kasih tulisannya ya. Bikin nambah referensi.. Rencana Bulan Agustus saya akan ke sana. Btw masih ada kontak yg arrange one day trip ga? si Bang Jhastind maksudnya :-). Would u please share ya.. 🙂

    1. Hai Erda. Seperti yang udah kesebutkan di post atas dan di komen atas juga, disana aku gak dapet sinyal jadi gak simpen nomor telponnya Jhastind 🙂 Tapi one day trip serupa banyak kok bisa ditemuin di area pelabuhan

  6. hallo , kebetulan oktober nanti aku ada rencana mau one day trip ke pulau pulau yang ada di labuan bajo , tapi pengen juga tuh kaya kamu bisa keliling kota labuan bajo nya . jadi ga jenuh . boleh minta itinerary nya . kirim by email sayaaldena23@gmail.com

    1. Aku ngga bikin itinerary untuk Labuanbajo, karena pendek dan deket-deket aja tujuannya. Urutan jalan-jalannya persis yang di-post di atas kok 🙂

  7. This is good news. Aku lagi nyari2 info ttg one day trip ke padar & I got it, thanks to you.
    Jadi aku bakalan LOB dari Lombok ke Labuan Bajo,, tp ternyata kapal yg bukan dari Labuan Bajo nggak bisa sandar di Padar. Jadi penasaran dong gimana caranya ke Padar. & this blog post answer that question. Yeay.

  8. Halo, thanks banget blog nya bagus, informatif, dan mudah dimengerti. Aku mau tanya kalo di labuan bajo nya bisa langsung book Sailing LOB di tempat juga ga sih? Apa sebaiknya tetap book dari jauh hari? Aku takut kapal dan fasilitas ga sesuai dgn yg dijanjikan gitu.
    Thanks sebelumnya.

  9. Hi mba… Nyatet nmr telfon guidenya ngga yg arrange day trip itu. Misalkan kita ngga nginep di hotel yg mba nginep atau diluar daerah pelabuhan apa bisa juga diatur penjemputan? Saya ada rencana pergi bulan depan masih bingung siapa yg provide day trip karena waktu sangat terbatas hanya punya srhari utk explore pulau2 tsb.

    1. Coba baca lagi komen-komen diatas ya, saya nggak simpen nomor telepon guidenya karena disana saya nggak ada sinyal. H-1 browsing day trip aja di area pelabuhan, banyak kok. Kalau memang kamu cuma punya waktu sebentar disana sangat disarankan menginap dekat pelabuhan aja karena trip dimulai subuh.

  10. Waaahh..makasih share nyaa..lagi ngulik one day trip labuan bajo dan pulau komodo..and I found this! Boleh di contek yaa kaa..itinerarynya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *