Cara Membuat E-Paspor (Syarat & Biaya)

Belakangan ini berbondong-bondong orang Indonesia membuat atau meng-upgrade paspor miliknya menjadi e-Paspor. Apa sih manfaat si e-Paspor ini? Apa bedanya dengan paspor biasa? Bagaimana cara membuatnya? Dengar-dengar kok ribet ya bikinnya? Hmm…

Pertama kali aku dengar e-Paspor adalah awal tahun 2016. Saat itu, lagi plannning mau ke Jepang. Excited banget dengar berita bahwa dengan e-Paspor, warga negara Indonesia bisa mendapat gratis visa waiver ke Jepang! Wah, ke Jepang tanpa harus ribet kumpulin dokumen dan bayar? Kapan lagi? Singkat cerita, September 2016 aku pun sukses melenggang ke Jepang dengan visa waiver menempel di e-Paspor.

Berhubung tahun 2016 itu aku belum start nge-blog, belum bisa share pengalaman deh! Tapi bulan Juli 2018 lalu, adikku apply untuk e-Paspor. Berbekal menemani dia, berikut pengalaman kami membuat e-Paspor!

APA ITU E-PASPOR?

Continue reading “Cara Membuat E-Paspor (Syarat & Biaya)”

SG-KL Trip Part 1: 3 Hari Backpacker di Singapore (+ Itinerary & Budget)

Sudah lama banget nggak ke Singapore! Terakhir aku ke Singapore di tahun 2014. Singapura itu terkenal mahal, jadi agak males kesana walau tiket pesawatnya sering promo. Karena penasaran seperti apa Singapura saat ini, akhirnya Juni 2018 lalu aku kembali kesana. Mungkinkah backpacker-an murah di Singapore?

Tahukah kamu kalau Singapore merupakan salah satu negara dengan biaya hidup termahal di dunia? Makanya heran juga kenapa orang Indonesia hobi ke Singapore. Dan kebanyakan dari mereka ke Singapore untuk belanja pula! Ternyata orang negara kita kaya-kaya ya? Hahaha.

Kuakui, Singapore memang nyaman dikunjungi. Kotanya sangat rapi dan infrastruktur-nya sangat menunjang untuk traveler. Setiap ke Singapore, rasanya terpukau kita punya negara tetangga yang semaju ini. Yang kusuka juga dari Singapore adalah keberagaman etnis-nya. It’s a melting pot for various ethnicity, from Melayu, to Chinese, to Indian, etc. Membuat Singapore unik walaupun luas negara-nya terhitung kecil.

Karena itu aku pun penasaran mencoba backpacker-an ke Singapore, plus menyeberang jalur darat ke Malaysia!

Bright and colorful Singapore!

DAY 1

FROM SOETTA TO CHANGI

Untuk ke Singapore, kami menggunakan maskapai AirAsia. Ini pertama kalinya kami naik AirAsia setelah semua penerbangan internasional dari Jakarta-nya dipindah ke Terminal 3 Ultimate Soetta. Kami beli tiket lumayan dadakan, harga tiket per orangnya sekitar Rp 600.000,- one way. Hitungannya nggak mahal dan nggak murah juga untuk one way Jakarta – Singapura. Yang pasti jamnya enak karena flight jam 7 pagi, memungkinkan kami punya cukup waktu untuk langsung eksplor Singapore di hari pertama.

Continue reading “SG-KL Trip Part 1: 3 Hari Backpacker di Singapore (+ Itinerary & Budget)”

[REVIEW] Miss Unicorn Cafe Jakarta

Calling all the unicorn lovers! Jika selama ini sering lihat gemasnya unicorn cafe Bangkok di social media, kini nggak perlu jauh-jauh ke Thailand karena unicorn-themed cafe pertama ada di Indonesia. Lokasinya tidak jauh dari ibukota Jakarta.

Namanya adalah Miss Unicorn. Berlokasi di daerah Cibubur, Bekasi, Miss Unicorn merupakan bagian dari bangunan Mister S Cafe. Miss Unicorn berada di lantai 3 dengan dekorasi serba unicorn.

Miss Unicorn Cafe in Cibubur, Bekasi

Untuk yang hendak kesini bisa lebih mudah mengecek Google Maps dengan tujuan Mister S Cafe. Bisa juga dengan tujuan Tsamara Resto karena bangunannya masih di satu area.

Meski baru buka di awal bulan Juli 2018 ini, Miss Unicorn sukses menyedot pengunjung karena temanya yang unik dan jarang ada di Indonesia. Seperti biasa, sebelum ke kafe baru seperti ini pasti aku ceki-ceki dulu sosial medianya untuk tahu kondisinya gimana. Kalo dari foto sekiranya worth it untuk didatangi, baru deh didatangi hehe. Dari Instagram-nya, aku pun dapat bocoran kalau Miss Unicorn ini lagi rame-ramenya! Dari jam 9 pagi sudah ada waiting list. FYI, kafe Mister S buka dari jam 7 pagi.

Continue reading “[REVIEW] Miss Unicorn Cafe Jakarta”

Internetan di China dan Korea dengan Telkomsel Roaming (Bebas Blokir!)

Istilah Great Firewall of China itu benar adanya. Kebanyakan website yang bisa kita gunakan di Indonesia tidak bisa dibuka di China alias di-blok. Say goodbye to Google. Padahal bagiku Google Maps adalah tumpuan hidup kalau liburan dan Gmail juga tidak kalah penting karena isinya email kerjaan.

Karena blogpost Mudahnya Mengurus Visa China sedang ‘naik daun’ dan sering jadi top post di blog ini, kusimpulkan bahwa makin banyak yang planning untuk liburan ke China. Satu hal yang buatku deg-degan sebelum berangkat kesana jelas koneksi internet! Ngeri banget kan kalo udah sampe sana dan nggak bisa buka aplikasi seperti Google Maps dan lain-lain? Belum lagi aku solo travelling disana.

THE GREAT FIREWALL OF CHINA

FYI, pemerintah China memblokir penggunaan hampir semua aplikasi Google-based dan aplikasi lainnya. Sebut saja Google Chrome, Google Maps, Instagram, Twitter, Whatsapp, LINE, YouTube, dan lain-lain. This is what I called The Great Firewall of China. Sebagai gantinya, pemerintah China mempunyai aplikasi pengganti serupa untuk rakyatnya, sebut saja WeChat, QQ, UC Browser, dan lain-lain. Semuanya dalam karakter Cina, jadi tentu aku nggak bisa pakai karena nggak mengerti.

The Great Firewall of China (Credit image from http://www.china-briefing.com/)

Kebanyakan orang akan menjawab VPN sebagai jawaban dari Great Firewall of China ini. Kebetulan aku punya teman yang sedang kuliah di China, dan aku banyak sekali dibantu saran untuk koneksi internet disana (Thank you, Dimas!). Kami berkomunikasi via Instagram DM. Ya, dia menggunakan VPN untuk bisa menggunakan Instagram di China. VPN yang dipakai adalah yang berbayar per tahun, karena menurutnya yang gratisan banyak yang kurang bagus koneksinya dan tidak selalu bisa mengatasi blokir.

Setelah browsing, The Great Firewall of China ini canggih juga ternyata! Beberapa VPN belum tentu bisa ‘mengelabui’ semua Internet Service Provider (ISP). Jadi bisa saja VPN A lancar digunakan di wi-fi kafe yang ku datangi, tapi begitu sampai hostel tidak bisa dipakai karena ISP-nya berbeda.  Contoh kasus: Aku bisa internetan dengan VPN merk X di McD karena McD pakai ISP A (VPN mampu ‘mengelabui’ ISP A) . Tapi begitu di hostel, VPN nggak bisa dipakai karena hostelnya pakai ISP B (VPN tidak mampu ‘mengelabui’ ISP B). Ngerti kan?

Untungnya, dari temanku juga aku disarankan untuk coba menggunakan Telkomsel roaming untuk di China. Kebetulan dia baru dikunjungi temannya dari Indonesia. Temannya pakai Telkomsel roaming selama disana dan lancar jaya internetan tanpa butuh VPN. Wow, sounds good. Meskipun sehari-hari aku bukan pengguna Telkomsel, aku pun akhirnya membeli paket roaming Telkomsel. Kebetulan aku memang punya SIM Card Telkomsel nganggur yang juga kubeli dadakan waktu ke Sumba.

CARA MENDAFTAR INTERNET ROAMING TELKOMSEL

Berikut step by step membeli paket roaming Telkomsel untuk kartu PRABAYAR:

Continue reading “Internetan di China dan Korea dengan Telkomsel Roaming (Bebas Blokir!)”

10 AirBnB Instagramable di Bandung

Menginap di AirBnB memang menyenangkan. Alasan utama mungkin karena unik dan beda experience-nya dibanding menginap di hotel biasa. Kota di Indonesia dengan AirBnB paling unik dan cantik menurutku di Bali (pasti pada setuju deh!). Tapi nggak nyangka, Bandung juga punya pilihan AirBnB yang nggak kalah kece! Dan sering jadi tempat prewedding photoshoot juga

Beberapa waktu lalu sempat iseng browsing AirBnB di Bandung sebelum short trip kesana, dan nemu banyak yang gemas dan Instagramable! Browsing di website AirBnb itu emang suka tricky sih, kadang yang lucu-lucu suka tenggelam di page-page akhir entah kenapa.

Karena sering ‘ditodong’ lewat Instagram DM minta rekomendasi tempat menginap di Bandung, berikut aku rangkum 10 AirBnB paling Instagramable di Bandung!

P.S. Aku hanya pernah menginap di 2 dari semua AirBnB yang kutulis disini, jadi untuk reviews bisa lihat di page AirBnB-nya ya! Aku hanya merangkum aja penemuan hasil browsing detektif-ku *wink*

Here’s THE LIST! (in alphabetical order)

Continue reading “10 AirBnB Instagramable di Bandung”

Keliling Dunia di Jatim Park 3: The Legend Star, Batu, Malang

Kali kedua berkunjung ke Malang membuatku bulat dengan opini bahwa Malang punya seabrek tempat wisata! Baik yang natural maupun man-made. Terkenal dengan wisata seperti Museum Angkut, Jatim Park 1 dan 2, kini terbaru hadir Jatim Park 3 (Dino Park).

Tahun 2015 adalah kali pertamaku berkunjung ke Malang. Utamanya sih karena pengen ke Gunung Bromo, tapi jadi jatuh cinta juga sama objek wisata lainnya seperti Museum Angkut, Omah Kayu, Coban Rondo, dan lain-lain.

Bromo Trip, 2015

Setelah sukses dengan Jatim Park 1 dan 2, kini muncul lagi wisata baru yaitu Jatim Park 3. Lokasinya masih sama, di kota Batu, Malang.

Wisata Jatim Park (1, 2, dan 3) sebetulnya menurutku lebih mempunyai target market untuk family karena sangat edukatif untuk anak-anak. Untuk orang dewasa bisa terhibur karena spot-spot cantiknya banyak dan bisa banget untuk stock foto-foto hehe. Yang kusuka: properti dan kualitasnya cukup high quality dan nggak norak ala-ala!

Banyak wahana yang ada di Jatim Park 3, tapi yang paling membuatku tertarik adalah yang terbaru yaitu The Legend Star. Dari foto-foto yang kutemukan di saat browsing, kok banyak replika negara-negara gitu ya?

Penasaran dengan fotonya yang nampak menarik, jadilah untuk trip-ku yang singkat di Malang kali ini, aku menjatuhkan pilihan untuk mengunjungi Jatim Park 3: The Legend Star!

Continue reading “Keliling Dunia di Jatim Park 3: The Legend Star, Batu, Malang”

Pavilion 19: A Homey AirBnB in Bandung

Pasti setuju dengan statement bahwa hotel di Bandung itu seabrek jumlahnya! Wajar, karena selain penuh dengan objek wisata dan kuliner, Bandung juga berlokasi tidak jauh dari ibukota. Hanya sekitar 3-4 jam menggunakan mobil atau kereta, membuat Bandung jadi destinasi wisata favorit penduduk Jabotabek dan sekitarnya.

Cukup sering menginap di hotel di Bandung, tapi aku pribadi jarang menggunakan airBnB untuk stay disana. Kenapa? Karena menurutku airBnB itu paling menguntungkan untuk menginap tamu jumlah banyak! Sedangkan aku jarang pergi ke Bandung beramai-ramai. Mentok-mentok bertiga atau berempat.

Lucunya, pergi sendirian ke Bandung ternyata membuatku melirik opsi airBnB juga! Karena nggak ada teman patungan, jadi males bayar hotel yang pasti 400 ribu-an ke atas sendirian. Pengen yang muraaaaaah. Penginapan apa ya yang kira-kira murah tapi nyaman? Setelah mengulik website airBnB, pilihanku pun jatuh pada Pavilion 19 di Sukajadi.

Hello from Pavilion 19! Adore the beautiful facade! <3 Pintu putih ini menuju kamar Pavilion 19.

 

Continue reading “Pavilion 19: A Homey AirBnB in Bandung”

Little Houses di Kota Mini, Floating Market Bandung

Nama Floating Market Lembang tentunya tak asing bagi wisatawan lokal Bandung maupun sekitarnya. Floating Market selalu berinovasi dan menghadirkan obyek wisata menarik di dalamnya. Yang terbaru adalah Kota Mini.

Kota Mini berlokasi di dalam area Floating Market, Lembang. Terakhir kali aku mengunjungi Floating Market adalah 2014, dan areanya belum sebesar sekarang. Nampaknya management Floating Market terus expand area-nya dari tahun ke tahun. Dilihat dari mulai bermunculannya area wisata baru seperti Kyotoku, Rainbow Garden, dan Kota Mini.

 

KOTA MINI

Harga tiket masuk Floating Market adalah Rp 20.000,- per orang (gratis segelas minuman pilihan di counter).

Continue reading “Little Houses di Kota Mini, Floating Market Bandung”

BEST CAFE IN MY LIFE: Dreamy Camera Cafe di Korea Selatan

“What’s your no. 1 favorite cafe so far?” I didn’t really have a definite answer to that question. Until I had visited Dreamy Camera Cafe in South Korea.

Bagi yang suka main Pinterest, pasti sering nemuin foto atau gambar tempat cantik, aesthetic (kalo kata anak masa kini), yang kayaknya ‘out of the world’ banget saking indahnya. Sebagian besar lokasinya bukan di Indonesia, jadi seringnya cuma dikagumi dan dijadiin bucket list aja.

Dreamy Camera Cafe ini salah satunya. Sebuah bangunan kecil berbentuk kamera Rolleiflex warna merah, diapit landscape hijau yang serene. Melihat pemandangan sekitarnya yang secantik itu, nggak mungkin di tengah kota besar nih!

Dreamy Camera Cafe in Gyeonggi-do. 1.5 hours from Seoul

Nggak nyangka ternyata lokasinya di Korea, beberapa jam dari Seoul. Memang di pedesaan dan bukan tengah kota, tapi sangat reachable. Apalagi dengan sistem kereta di Korea yang sudah bagus banget. Dan aku nemu lagi si kafe ini hanya beberapa hari sebelum trip-ku. Memang jodoh kali, ya?

HOW TO GET THERE

Stasiun terdekat untuk ke Dreamy Camera Cafe adalah Yongmun Station. Kalau kamu ke Nami Island atau Petite France, rutenya hampir mirip hanya beda di kereta terakhir.

Continue reading “BEST CAFE IN MY LIFE: Dreamy Camera Cafe di Korea Selatan”

Korea Trip: Negeri Dongeng di Songwol-dong Fairytale Village

My love for colorful things and places is beyond! Jadilah sebelum trip ke Korea kemarin aku browsing tempat yang sekiranya warna-warni di dekat Seoul, dan Google mempertemukanku dengan Songwol-dong Fairytale Village di Incheon.

Incheon berlokasi sekitar 1 jam dari Seoul. Ya, ini daerah yang sama dengan airport Incheon itu. Untuk yang transit di bandara Incheon atau cari tempat untuk dimampiri sebelum pulang, mungkin bisa main ke village ini.

Enter the fairytale!

HOW TO GET THERE

Dari penginapanku di daerah Ewha University menuju Songwol-dong Fairytale Village, aku menggunakan fasilitas subway. Cukup mudah, hanya sekali transit, tapi lumayan memakan waktu kira-kira 1 setengah jam. Stasiun tujuan adalah Incheon Station.

Continue reading “Korea Trip: Negeri Dongeng di Songwol-dong Fairytale Village”